Cuaca Ekstrim, Kapenrem Ajak Masyarakat Selalu Waspada

Personel TNI bersama petugas BPBD membersihkan lokasi longsor di Banjarangkan, Klungkung. (foto : Penrem/163 WSA).

Beritabalionline.com – Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras serta angin kencang terjadi belakangan ini, mengakibatkan pohon tumbang serta tanah longsor di beberapa wilayah di Bali. Data di lapangan diperoleh, tanah longsor saat hujan deras terjadi di beberapa desa di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Klungkung.

“Dengan adanya beberapa kejadian tersebut, kami dari TNI, khususnya di wilayah Korem 163/Wira Satya, bersama intansi terkait seperti dari pemerintah daerah, kepolisian, dan BPBD turun langsung ke lapangan untuk memberikan penanganan-penanganan yang diperlukan oleh masyarakat,” kata Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., saat ditemui di Denpasar, Senin (12/11/2018).

Kapenrem menerangkan, cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini merupakan perubahan musim dari musim kemarau panjang menjadi musim penghujan. Bahkan lanjutnya, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor hingga menutup akses jalan di wilayah Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Kapenrem menjelaskan, keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana alam merupakan amanat Undang-undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, yang kaitannya dengan operasi militer selain perang.

“Salah satunya dengan membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana dan sebagainya. Seperti yang sekarang terjadi, kita bergerak bersama dengan aparat terkait membantu masyarakat,” jelas Kapenrem.

Dengan adanya berbagai peristiwa yang terjadi, Kapenrem menyatakan bahwa secara geografis Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana baik yang berskala maupun besar. Meski masyarakat telah berusaha menjaga lingkungan dengan baik, musibah bisa terjadi dimanapun dan kapanpun.

“Tapi yang lebih penting, perubahan kondisi cuaca ekstrim harus disiasati oleh masyarakat dengan baik. Artinya ketika beraktivitas dan tiba-tiba turun hujan sangat deras, kita harus berhenti. Kemudian bertanya kepada orang-orang yang paham dengan kondisi cuaca, seperti BMKG yang setiap saat selalu memberikan informasi tentang perubahan cuaca dan lain-lain. Namun yang membuat kita bersyukur, meski telah terjadi longsor tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” punkas Kapenrem. (agw)