Beri Efek Jera, 28 Tersangka Kejahatan Dipertontonkan Kepada Masyarakat Luas

Polresta Denpasar saat rilis kasus di depan Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Belum sepekan menjabat, Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan menggelar rilis hasil pengungkapan yang dilakukan jajaran Polresta Denpasar. Rilis pengungkapan kasus dengan 28 orang tersangka itu dilakukan di patung “Padarakan Rumeksa Gardapati”, yang beberapa hari lalu diresmikan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

“Mereka merupakan para pelaku dari berbagai tindak pidana. Ada pelaku jambret, ada pelaku pencurian dengan pemberatan, ada penipuan, ada kasus penganiayaan, serta kasus penyalahgunaan narkoba,” terang Kapolresta Denpasar saat rilis di depan patung yang ada di depan Monumen Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Senin (12/11/2018) sore.

Dari 28 tersangka, dua orang pelakunya adalah perempuan. Tersangka pertama yakni Chika April Liana Putri (23). Ia ditangkap lantaran melakukan pencurian di Yayasan Gerasa Hope Cofee Corner Jalan Bedugul No.30 Sidakarya, Denpasar Selatan.

“Tersangka mencuri koper berbagai merk dan televisi milik korban bernama Gidion Grahana (35). Dengan kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp20 juta,” terang Kapolresta yang didampingi Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana.

Aksi pencurian baru diketahui saat korban pulang dari rumah sakit, Rabu (26/9/2018) sekitar pukul 09:30 Wita. Korban mendapati pintu gerbang yayasan dalam keadaan terbuka. Curiga telah terjadi sesuatu, korban kemudian masuk dan kembali mendapati pintu kamarnya terbuka dan barang-barangnya sudah hilang.

Bukan itu saja, korban juga tidak menemukan pelaku yang selama ini tinggal di tempat tersebut. Merasa telah menjadi korban pencurian, Gidion kemudian melapor ke kantor polisi. “Setelah sebulan lebih melakukan penyelidikan, tersangka diketahui berada di daerah Ubud, Gianyar. Yang bersangkutan dapat diamankan, Senin (5/11/2018) sekitar pukul 18:00 wita di Divilla Tebe Sunset Gianyar, jalan Pantai Tegal Besar, Desa Siut, Gianyar,” jelas Kapolresta.

BACA JUGA:  Wanita Asal Banyuwangi Dibunuh, Keluarga Tak Mengetahui Masalah yang Dialami Korban

Tersangka wanita selanjutnya yang ditangkap bernama Kadek Murni alias Tomboy (17). Kadek dibekuk petugas setelah mencuri handphone milik wisatawan asing asal Amerika Serikat, Alec Scott Dhaenens (24). Aksi pencurian berawal saat korban bersama temannya keluar dari Sky Garden di Jalan Legian, Kuta, Badung, Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 03:00 Wita.

Ketika menuju tempat parkir untuk mengambil sepeda motor, korban didatangi beberapa orang tidak dikenal dan menawarkan jasa ojek. Namun karena sudah membawa kendaraan sendiri, korban menolak dengan terus berjalan. Tiba di tempat, korban kebingungan lantaran iPhone yang disaku di celananya sudah hilang.

“Setelah menerima laporan dari korban, anggota mendatangi TKP, mencari saksi dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi. Dari keterangan korban serta rekaman CCTV, ciri-ciri pelaku copet dapat diketahui. Beberapa jam kemudian pelaku dapat diamankan tidak jauh dari TKP,” beber AKBP Ruddi.

Kepada polisi, wanita berambut pendek dan bergaya mirip laki-laki ini mengaku sebelumnya sudah tiga kali melakukan aksi copet dalam kurun waktu tiga bulan dengan TKP yang sama yakni di depan Apache Legian, Kuta, Badung.

“Alasan kami menggelar rilis disini biar masyarakat tau bahwa mereka pelaku kejahatan yang sudah kami tangkap. Ini juga dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku karena dilihat masyarakat banyak,” demikian Kapolresta. (agw)