Pelayanan Sering Dikeluhkan, Bupati Suwirta Turun Tangan

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengevaluasi sekaligus memberikan sejumlah catatan kepada PDAM.(foto: ist).
“PDAM sudah seperti artis, tiap hari diunggah di media sosial. Banyak keluhan terkait sambungn yang tikad keluar air. Bahkan tidak hanya 1-3 hari tapi berbulan-bulan,” ujar Bupati Suwirta.Melihat kondisi ini, Bupati asal Nusa Ceningan ini tidak setuju dengan rencana PDAM untuk menaikkan tarif air. Meskipun dengan alasan tarif air di Klungkung paling murah dibandingkan daerah lainnya di Bali. Menurutnya, bila layanan air sudah mencapai 100 persen mengalir, barulah pantas PDAM mengusulkan kenaikkan tarif.

Apalagi digantikan oleh Anak, Misan, Keponakan, dan Ipar (AMPI). Demikian juga dengan rencana pemberian tambahan tunjangan kepada direktur seperti gaji ke-13. Menurut Bupati, untuk saat ini PDAM lebih baik memprioritaskan pada pemenuhan gaji pegawai, sedangkan untuk tunjangan tambahan hendaknya direalisasikan bila kondisi perusahaan sedang untung.

“Terkait SDMnya stop penambahan pegawai. Kedua pegawai yang AMPI (Anak, Misan, Keponakan, dan Ipar) kalau ada yang berhenti tidak boleh digantikan. Sekarangpun kalau ada yang berhenti stop dulu pegantian,” tegasnya sekaligus mengatakan pengisian posisi kabid-kabid juga harus melalui seleksi fit and propertes sehingga diperoleh pegawai yang benar-benar mumpuni.

Terakhir, terkait penyambungan pipa dari Rendang, PDAM diharapkan untuk kembali menggunakan sistem gravitasi. Lantaran dengan sistem pompa air seperti sekarang ini, biaya operasionalnya membengkak bahkan hingga Rp 300 juta. Lantaran menggunakan tenaga listrik yang cukup tinggi. (huk)