Bupati Jembrana Harap Nilai Ambang Batas Kelulusan CPNS Tidak Terlalu Tinggi

Bupati Artha saat Pelaksanaan Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNSD Jembrana .(foto:ist)

Beritabalionline.com – Bupati Artha mengapresiasi pelaksanaan test CPNS di Jembrana sudah berjalan baik dan transparan. Namun di sisi lain Artha berharap agar penetapan nilai ambang batas kelulusan (passing grade) dari Kemenpan tidaklah terlalu tinggi seperti saat test kali ini.

pada tingkat kelulusan yang sangat minim. Terlebih pada sesi pertama dan kedua ada 30 peserta di tiap sesinya yang tidak hadir.
“Di sesi pertama dan sesi kedua, pada masing – masing tingkat kelulusan hanya 10% dari jumlah peserta. Hal ini tentunya akan menyulitkan untuk pemenuhan formasi. Nanti kami akan berkonsultasi dengan Kemenpan jika nantinya ada kuota formasi yang tidak terpenuhi sesuai harapan. Namun dari pelaksanaan test ini patut diapresiasi karena sudah berjalan baik dan transparan” ungkapnya saat Pelaksanaan Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) CPNSD Jembrana dilaksanakan Jumat (9/11/2018) dan Sabtu (10/11/2018) di Aula Makodam IX Udayana.
Pada tes hari Jumat, hadir Bupati Jembrana I Putu Artha, Sekda Jembrana Made Sudiada, Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia I Made Sudiada dan beberapa Kepala OPD Pemkab Jembrana.
Ketua Pansel CPNSD Jembrana Made Sudiada yang juga Sekda Jembrana menyatakan dalam Tes SKD kali ini menggunakan sistem CAT (computer assisted test). Tes ini diikuti 1.972 peserta, dibagi dalam 5 sesi pada hari Jumat (9/11) yang tiap sesinya terdiri dari 360 orang dan pada hari sabtu sebanyak satu sesi yang diikuti 172 peserta.
Dalam test SKD yang memperebutkan 190 formasi ini terdapat tiga macam test yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Dan ketiga materi test tersebut memiliki passing grade (nilai terendah yang diwajibkan) untuk TWK 75 point, TIU 80 point dan TKP 143 point. Peserta harus menyelesaikan test tersebut dalam 90 menit.
Setiap peserta yang ingin lulus harus mendapat nilai minimal dalam passing grade dan jika salah satu nilai dari ketiga nilai kurang dari batas minimal maka dinyatakan gugur meski nilai lainnya lebih tinggi. Untuk mencegah kecurangan, pada saat seleksi berlangsung peserta dijaga dengan ketat oleh personel Pol PP Jembrana dan TNI, hanya panitia dari BKN yang dapat masuk ke dalam ruangan. Untuk memasuki ruangan test, peserta harus melewati pemeriksaan melalui metal detector dan barang barang milik peserta harus dititipkan di tempat yang sudah disediakan.
Untuk menunjukkan transparansi, panitia menyediakan layar LED yang langsung menampilkan nilai yang diperoleh peserta, dari layar tersebut peserta dapat langsung mengetahui lulus tidaknya dalam test tersebut. Dan bagi peserta yang lolos diharapkan menyiapkan diri untuk mengikuti Test Bidang Kompetensi yang jadwalnya akan di umumkan dalam waktu dekat. (huk)
BACA JUGA:  Bu Mas Lepas Duta Karangasem Ikuti UDG Bali