Pemprov Bali Canangkan Penghargaan untuk Pelestari Bahasa, Aksara dan Sastra Bali

Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha (kanan) dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Bali Dewa Mahendra Putra.(foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali sudah berjalan. Karena itu,  mulai tahun depan, Pemprov Bali mencanangkan pemberian penghargaan kepada perorangan atau kelompok dan lembaga yang dinilai berjasa terhadap upaya pelestarian dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali.
“Penghargaan ini diberi nama Bali Kerti Nugraha Mahotama. Ada tiga orang yang akan kita beri hadiah berupa uang tunai Rp100 juta, lencana emas seberat 25 gram, serta sertifikat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Jumat (9/11/2018).
Dewa Beratha menerangkan, syarat dan kriteria penerima penghargaan Bali Kerti Nugraha Mahotama akan diatur dalam petunjuk teknis yang disusun oleh tim. Bagi pemenang, hadiah akan diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
“Penyerahan hadiah dilakukan serangkaian penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Penghargaan ini sebagai bentuk untuk lebih memotivasi para penggiat bahasa, aksara dan sastra Bali,” terang Dewa Beratha didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra.
Lebih lanjut dijelaskan, Bulan Bahasa Bali sendiri rencananya akan diselenggarakan setiap bulan Februari. Penyelenggaranya bisa dari desa adat, lembaga pendidikan, swasta maupun masyarakat.
“Bentuk kegiatan berupa festival, lomba, pameran, pertunjukkan, seminar dan kegiatan lain. Intinya, yang masih relevan serta melibatkan masyarakat,” jelas Beratha.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menambahkan, berkaitan dengan penggunaan aksara Bali pada papan nama instansi pemerintah dan swasta, hingga saat ini terus masih terus dilakukan evaluasi dan mayoritas memang sudah menerapkannya.
“Dari pengamatan kami di lapangan, bisa dikatakan sudah berjalan baik. Kemarin saya ikut mendampingi Bapak Wagub berkeliling ke daerah Kuta, sudah banyak yang menerapkan pemasangan papan nama dengan aksara Bali,” terangnya. (agw)
BACA JUGA:  Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 26 Orang, Positif 34