Caleg DPD “Keris” Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar

I Ketut Putra Ismaya Jaya (tengah) bersama dua rekannya saat mendengar pembacaan surat dakwaan dalam sidang perdana di PN Denpasar. (foto : Agung Bayu/Bali Express)
Beritabalionline.com – Ratusan massa mengenakan pakaian adat Bali yang terdiri anggota Ormas, dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut mendampingi  calon anggota DPD RI Ketut Putra Ismaya Jaya alias Keris (40), yang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (8/11/2018).
Kehadiran mereka semua di PN Denpasar untuk memberikan dukungan moril kepada Ismaya yang disangkakan kasus penganiayaan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Pemprov Bali, beberapa waktu lalu.
Sesaat memasuki sel tahanan titipan, Ismaya Langsung mengucap salam Swastiastu dan dibalas teriakan yel yel “Hidup keris..Hidup Keris Hidup Keris” yang langsung dijawab Ismaya, “Kebenaran pasti akan menang”.
Pada kesempatan itu, Ismaya yang didampingi kuasa hukumnya Togar Situmorang mohon ijin kepada petugas untuk melakukan persembahyangan. Melihat situasi dan konsisi sang anak, Ibu kandung Ismaya pun tak kuasa membendung air mata yang perlahan-lahan membasahi pipinya.
“Saya yakin Tuhan akan menuntut kebenaran dan membuka siapa yang salah. Saya diperlakukan seperti tahanan teroris, tangan dan kaki di borgol tidur tanpa alas saat sebelum dititipkan di Kerobokan (Lapas,Red),” keluh Ismaya langsung memeluk ibunya.
Saat persembahyangan dirinya berharap hukum bisa berlaku adil. Dia juga berpesan kepada sejumlah media yang meliput agar berimbang dan tidak memberitakan yang terkesan sangat menghakimi.
“Saya hanya berserah pada Tuhan. Saya percaya hukum berlaku adil,” singkat Ismaya, seraya melanjutkan persembahyangan dengan menghaturkan Panca Sembah.
Pria yang dikenal sebagai pentolan salah satu Ormas terbesar di Bali ini disidangkan dalam agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ismaya bersama dua anggotanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melawan  pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas Negara dalam hal ini Satpol PP Provinsi Bali.

Ismaya dan dua temannya dijerat dengan tiga pasal. Yakni Pasal 211 KUHP Jo Pasal 214 KUHP, Pasal 212 KUHP Jo pasal 214 KUHP dan Pasal 335 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

BACA JUGA:  Pura-pura Mau Nyewa, Widayanti Gadaikan 5 Motor Milik Korban

Untuk Pasal 211 terkait dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang pejabat untuk melakukan perbuatan jabatan atau untuk tidak melakukan perbuatan jabatan yang tidak sah.

Sedangkan Pasal 212 mengatur tentang tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat

yang sedang menjalankan tugas yang sah. Ancaman pidana pasal 211 dan 212 Jo Pasal 214 KUHP, maksimal tujuh tahun.  (pol/itn)