Enam Rumah Warga di Kabupaten Jembrana, Bali Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Salah satu rumah warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung. (foto : Okezone News)

Beritabalionline.com – Sebanyak enam unit rumah warga di Kabupaten Jembrana, Bali, rusak, setelah diterjang angin puting beliung, bahkan satu rumah diantaranya menjadi rata dengan tanah.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dari pantauan yang kami lakukan, satu rumah rusak parah, sedangkan lima lainnya rusak sedang dan ringan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana di Negara, Jembrana, Bali, Rabu (7/11/2018), dilansir Antara.

Enam rumah warga Desa Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo itu rusak akibat angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut pada dini hari. Kerusakan paling parah menimpa seorang warga bernama Siti Kasma (65), di Dusun Teluk Limo, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara yang rumahnya rata dengan tanah pada Selasa (6/11/2018) dini hari, namun warga baru melapporkan ke petugas pada Rabu (7/11/2018).

Ditemui di rumahnya, nenek yang tinggal bersama cucunya, Muhammad Choirul Yani, itu mengatakan, peristiwa yang menyebabkan rumah bambu miliknya roboh terjadi sekitar pukul 02.00 wita dinihari.

“Waktu itu cucu saya bangun untuk Shalat Tahajud. Ia mendengar rumah ini berbunyi karena hujan dan angin, sehingga mengajak saya untuk keluar,” katanya.

Awalnya, ia menolak ajakan cucunya yang masih sekolah di kelas VIII MTs Darussalam Pengambengan tersebut, karena mengira tempat tinggalnya itu aman.

Namun, Yani tetap memaksanya untuk keluar rumah, untuk pindah ke rumah anaknya dengan bangunan permanen yang bersebelahan dengan rumahnya.

“Baru saja saya sama cucu saya itu sampai di depan pintu rumah anak saya, tahu-tahu rumah saya ini roboh seluruhnya. Kalau saya tidak dipaksa cucu saya untuk keluar, tidak tahu bagaimana nasib saya,” katanya.

Terkait musibah terhadap warganya ini, Perbekel atau Kepala Desa Tegalbadeng Barat Made Sudiana mengatakan, sebenarnya rumah nenek Siti tersebut sudah masuk dalam rencana bantuan bedah rumah tahun 2019.

Tapi, karena tertimpa bencana, ia mengatakan, akan melakukan rapat dengan pihak terkait di desa untuk mempercepat bantuan bedah rumah tahun ini.

“Hari ini saya akan rapat dengan Badan Permusyawaratan Desa dan yang lainnya membahas bencana ini. Kami akan berusaha, agar rumah nenek Siti bisa dibangun tahun ini, sehingga tidak lagi menunggu tahun 2019,” katanya.

Untuk membersihkan puing rumah itu, petugas dari BPBD dengan dibantu warga melakukan gotong-royong, termasuk memberikan bantuan darurat seperti bahan makanan.

Kegiatan yang sama juga dilakukan BPBD di Desa Delodbrawah terhadap enam rumah masing-masing milik I Wayan Soma, Suparman, Ni Wayan Susun, Jumadi, Raban dan Saiful yang rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atapnya.