Tim Penyelam Banyak Temukan Puing Lion Air dan Bagian Tubuh Korban di Bawah Laut

KNKT bersama NTSB dan Boeing periksa puing Lion Air. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com –¬†Serpihan pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang berserakan di dalam air hingga radius 25 meter. Tim penyelam akan terus mengambil puing-puing pesawat nahas itu hingga tuntas.

Selain itu, badan pesawat Lion Air juga sudah ditemukan secara tersebar. Jaraknya 100-200 m dari ditemukannya black box dengan koordinat 05 48′ 46.42″S,107 07’36.88″E.

“Karena posisinya puing itu memang setelah diselami ternyata pecah tidak ada yang utuh. Tapi itu berserakan. Di dalam air masih bekerja, masih di dalam air dan masih bekerja dan moga-moga bagian yang masih besar. Tapi untuk diidentifikasi itu benar adalah pesawat Lion,” kata Dansatgas SAR Lion Air Kolonel Iswarto di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11), dilansir Merdeka.com.

Dia mengatakan, tim penyelam juga banyak menemukan bagian tubuh korban di dalam air. Penemuan puing dan bagian tubuh itu berada di kedalaman 25 hingga 35 meter di bawah laut.

Hingga saat ini tim penyelam masih terus bekerja di dalam air. “Terdiri dari Kopaska masih bekerja terus. Kita bekerja bersama agar kita bisa mengerjakan misi ini,” katanya.

Sementara sampai saat ini, tim masih melakukan pencarian terhadap tubuh pesawat dan korban Lion Air JT610 tepatnya di 127 derajat 07-572 bujur timur. Sebelumnya mereka melakukan pencarian di 5 derajat 48-154 laut timur.

Kepala Basarnas M. Syaugi menuturkan, pihaknya telah menemukan bagian pesawat yang berukuran lebih besar dibanding temuan sebelumnya. Dia menduga temuan itu adalah badan pesawat Lion Air JT610.

“Kelihatanya bagian body, mungkin kulitnya, mungkin begitu. Itu panjang body 1,5 meter lebar setengah meter kemudian sebetulnya ada barang yang lebih besar lagi cuma kita belum bisa angkat karena cukup berat,” ujar Syaugi di Kapal Baruna Jaya 1, Kamis (1/11/2018).

BACA JUGA:  Di Media Freedom Conference, Menkominfo Tegaskan RI Dukung Perlindungan Pers

Pihaknya akan menggunakan kapal lebih besar milik Pertamina untuk mengangkat badan pesawat yang ditemukan. Dengan menggunakan kapal itu, empat jangkar bisa langsung diturunkan. Lalu tim menurunkan ROV atau robot pencari di bawah laut.

“Setelah itu kita turunkan ROV penyelam dan bisa diarahkan ke tempat tersebut karena sampai sekarang itu arus cukup deras. Di bawah penyelam kita agak kesulitan.”