Kapolres Badung Rangkul GP Ansor Redam Polemik Pembakaran Bendera HTI

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta usai menerima kunjungan GP Ansor Kabupaten Badung. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengajak masyarakat untuk tidak melakukan tindakan sendiri dalam menyikapi gejolak pembakaran bendera HTI, terlebih saat menyampaikan sikap di media sosial untuk menekan liarnya pemberitaan.
“Terlebih saat ini merupakan tahun politik di mana situasi dapat dimanfaatkan oleh oknum yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya saat menerima kunjungan Pengurus GP Ansor Kabupaten Badung yang dipimpin Imam Bukhori di ruang kerja Kapolres Badung, Bali, Rabu (31/10/2018).
Sebagai Ormas Islam, GP Ansor memiliki peran penting yang diharapkan dapat menyejukkan dan meredam polemik di masyarakat agar dapat membantu pihak kepolisian memelihara situasi maupun toleransi sehingga tetap terjaga dengan baik.
Kapolres berpesan agar setiap kegiatan yang akan dilaksanakan terlebih dahulu menyampaikan kepada pihak kepolisian Polres Badung maupun Polsek jajaran Polres Badung.
Sementara Ketua GP Ansor Badung Imam Bukhori menerangkan, kedatangannya untuk menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pelatihan di Serangan dengan peserta sekitar 300 orang dari GP Ansor Kabupaten se-Bali.
“Latihan yang kami laksanakan bertujuan untuk membenahi mental dengan menghadirkan pelatih dari GP Ansor di Jawa Timur dan dari Polresta Denpasar,” kata Imam Bukhori.
Terkait dengan aksi terkait pembakaran bendera HTI, Imam mengatakan pihaknya belum mendapat intruksi apapun dari Ketua Umum GP Ansor Pusat. Karena menurutnya, segala kegiatan yang akan dilakukan harus menunggu intruksi dari pusat. (agw)
BACA JUGA:  Disdik Gianyar Gelar Pelatihan Pengelola Lembaga Pendidik Non Formal