Hari ke Tiga, Badan Pesawat Lion Air JT 610 Belum Ditemukan, Rradius Pencarian Diperluas hingga 15 Mil laut

Pencarian badan pesawat Lion Air JT 610 terus dilakukan. (foto : Tirto)

Beritabalionline.com – Hari ketiga pasca jatuhnya Lion Air JT 610, upaya pencarian, evakuasi korban dan pesawat di perairan Tanjungpakis, Karawang, diperluas hingga radius 15 mil laut. Hingga kini, petugas gabungan dari Basarnas, TNI dan kepolisian belum berhasil menemukan pesawat nahas tersebut.

“Hari ini pencarian diperluas mencapai radius 15 mil laut (nautical mile),” kata Kasatgas TNI AL Lantamal III, Mayor AL Kurnia Hendra saat memberikan keterangan pers di Pos Lantamal III, Tanjungpakis, Karawang, Rabu (31/10/2018).

Sejak hari pertama dan kedua radius pencarian terus mengalami perluasan dan hari ketiga memasuki 15 mil laut dengan melibatkan sekitar 858 pesonel. Angkatan Laut menyiagakan sekitar 456 personel dan tim gabungan lainnya mulai dari Basarnas, TNI AD, TNI AU, Polri, KPLP, Bea Cukai, Bakmla dan PMI.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian termasuk menyelam di titik ditemukan barang dan potongan tubuh korban dan potongan pesawat. Namun hingga kini hasilnya masih nihil.

“Kami akan membagi 9 tim sektor area pencarian, dengan dua prioritas hingga lebih untuk melakukan penyisiran, pembagian tim lebih banyak supaya dalam penyisiran lebih rapat untuk meningkatkan efektivitas,” katanya.

Kurnia menuturkan, proses pencarian dan evakuasi ini tidak hanya dilakukan Angkatan Laut, tapi juga bersama Basarnas, TNI AD, Polri, hingga masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengefektifkan pencarian.

“Tentu dengan semua informasi yang kami dapatkan dari Tim SAR, termasuk nelayan. Sesuai hasil koordinasi juga telah didirikan satu posko di Tanjung Pakis, Karawang, untuk dapat feedback dari masyarakat untuk efektifkan pencarian,” terang dia.

Sebanyak 35 unit unsur laut seperti kapal dari Basarnas, TNI, Polri, hingga Bea Cukai telah dikerahkan ke perairan Karawang dan sekitarnya untuk menyisir korban serta bodi pesawat Lion Air JT-610. Selain itu, tim penyelam dari berbagai unsur beserta pencarian via udara juga terus dilakukan.

BACA JUGA:  Tujuh Prajurit TNI AD Disanksi karena Tak Bijak Gunakan Medsos

“Hari ini dalam perhitungan area ada 13 prioritas subarea. Empat lokasi dengan pencarian sistem sonar untuk mendeteksi pencarian lokasi di bawah air. Penyisiran dengan kapal dan penyelaman dan pencarian unsur udara juga dilakukan,” terang Kurnia.

Dia memastikan Tim SAR gabungan tetap menyisir bagian yang sudah dilewati kemarin, lalu memperluasnya hingga radius 15 NM. Apalagi, unsur yang membantu evakuasi semakin banyak dari hari sebelumnya.

“Kita tetap membagi tim ini untuk mengedepankan efektivitas dari proses pencarian itu. Jadi ada 4 lokasi yang fokus dengan sonar untuk mendeteksi menemukan badan pesawat yang lebih besar,” imbuhnya.