Usai Ribut, Pengguna Jalan dan Petugas Tol Bali Mandara Sepakat Berdamai

Jalan Tol Bali Mandara. (foto : Agung Widodo,Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Pasca terjadi keributan di pintu masuk tol, managemen PT Jasamarga Bali Tol (JBT) mengadakan pertemuan dengan pengendara roda empat bernama Dede untuk meluruskan persoalan yang viral di media sosial tersebut.
“Dalam pertemuan kami juga menghadirkan petugas bernama Anna yang bertugas saat itu. Intinya kami dari management menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan petugas tol kami. Begitu juga dengan pengguna jalan ikut menyampaikan permintaan maaf,” kata Public Relations Senior Officer PT Jasamarga Bali Tol, I Putu Gandi Ginantra, dalam siaran pers yang diterima Beritabalionline.com di Denpasar, Selasa (30/10/2018).
Gandi menerangkan, kericuhan yang berlangsung di Gerbang Tol Benoa terjadi saat penguna jalan tol memasuki gardu 3 gerbang Benoa dan tidak memiliki saldo cukup untuk membayar tol, Minggu (28/10/2018).
Pengguna jalan kemudian meminta bantuan untuk top up di gerbang. Namun karena di Jalan Tol Bali Mandara sudah tidak memberlakukan top up (isi ulang), petugas tol lalu memberikan saran agar penguna jalan tersebut meminjam uang elektronik pengguna jalan lain.
“Merasa tidak dibantu oleh petugas tol, penguna jalan tersebut lalu merekam kejadian dan menjadi viral di sosial media (facebook),” ucapnya.
Terkait dengan kebijakan transaksi tol nontunai dan masih banyak pengguna jalan tidak memiliki uang elektronik maupun saldo tidak cukup, Gandi menjelaskan PT JBT sempat mengeluarkan kebijakan untuk mempermudah pengguna jalan yaitu melayani taping, penjualan, dan top up/ isi ulang unik di gerbang tol.
“Ternyata layanan semacam itu malah menimbulkan antrian panjang terutama di Gerbang Tol. Bisa dibayangkan antrian yang akan terjadi saat melalukan transaksi tunai maupun top up/ isi ulang di gerbang tol,” tuturnya.
Mengatasi masalah tersebut, pada tanggal 1 Maret 2018 PT JBT berinovasi membangun layanan drive thru top up Unik yang berlokasi di Jalan Pelabuhan Benoa, tepatnya di simpang susun Benoa.
“Agar tidak terjadi hal seperti ini kembali, kami berharap para pengguna jalan selalu memastikan ketersediaan saldo uang elektronik demi kelancaran bersama,” pungkasnya. (agw)
BACA JUGA:  Ruang Rawat Inap ODGJ Gianyar Menunggu Gedung Baru