Terungkap, Bendesa Adat Tonja Gunakan Sabu karena Beban Kerja

Nyoman Muliawan diapit dua petugas Satresnarkoba Polresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar menangkap Bendesa Adat Tonja, Kecamatan Denpasar Timur I Nyoman Gede Eka Muliawan (47) lantaran terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.
Setelah beberapa hari melakukan pemeriksaan, Polresta Denpasar menggelar jumpa pers untuk rilis kasus yang membuat heboh masyarakat Denpasar tersebut.
“Dari hasil pemerikaaan tersangka mengaku memakai sabu sejak enam bulan terakhir. Tersangka mengaku menggunakan narkoba karena beban kerja,” ucap Waka Polresta Denpasar AKBP Nyoman Artana di Mapolresta Denpasar, Selasa (30/10/2018).
Muliawan mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial MB seharga Rp1,7 juta dan diambil di Jalan Seroja gang Nyuh Gading depan warung Jonkey, Banjar Tegeh Kori, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Utara.
“Tersangka mengaku tidak mengenal pemilik sabu dan hanya berkomunikasi melalui telepon. Selama enam bulan memakai, tersangka sudah beberapa kali membeli sabu kepada MB,” jelas Waka didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto.
Penangkapan terhadap Muliawan berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebut ada seseorang biasa dipanggil Mangde kerap bertransaksi narkoba. Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Satresnarkoba Polresta Denpasar melakukan penyelidikan di lapangan.
Setelah mengantongi identitas dan tempat tinggal pelaku, petugas terus mengawasi gerak gerik yang bersangkutan. Sebaliknya, Muliawan yang sudah menjadi target operasi (TO) tidak menyadari jika segala kegiatannya di luar rumah selalu dipantau petugas kepolisian.
“Saat mengambil tempelan sabu tersangka kami sergap. Dari tangan tersangka diamankan satu paket sabu seberat 1,01 gram yang dibungkus dengan menggunakan pipet bening,” jelas AKBP Artana. (agw)
BACA JUGA:  Rampas Pistol Polisi, Dua Pemuda Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara