Jual Handphone Curian, Multajamudin Dibekuk Anggota Buser

Polsek Denpasar Barat saat rilis kasus pencurian handphone. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Multajamudin (29) digelandang petugas ke Mapolsek Denpasar Barat usai mencuri handphone milik seorang penghuni kamar kos di Jalan Nusa Kambangan gang XIII nomor 9 Denpasar Barat bernama Hikmal Hudran.
“Pelaku mengambil handphone merk Xiaomi Note 4X warna putih yang tengah dicas oleh korban di dalam kamarnya,” terang Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu saat ekspos pengungkapan kasus pencurian di Mapolsek Denpasar Barat, Jumat (26/10/2018).
Tersangka awalnya datang ke tempat kos tersebut untuk mencari temannya bernama Iman, Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 02:30 Wita dini hari. Namun lantaran pintu kamar yang ditempati Iman tutup, tersangka kemudian pergi.
Disaat yang sama, tersangka melihat pintu kamar tetangga kos Iman terbuka. Niat jahat pun timbul, sambil mengendap-endap, ia mencabut handphone yang tengah dicas di jendela kamar dan membawanya kabur. Polisi yang mendapat laporan dari korban langsung melakukan penyelidikan.
Dua pekan setelah dilakukan penyelidikan, tersangka akhirnya dibekuk tim Opsnal unit Reskrim Polsek Denpasar Barat di tempat kosnya di Jalan Pulau Biak I, Denpasar Selatan, Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 20:00 Wita. Dari hasil pengembangan, petugas juga mengamankan Slamet Purnomo (34).
“Setelah mencuri handphone, korban lalu menjualnya kepada Slamet Purnomo melalui toko online seharga Rp1,3 juta. Transaksi jual beli handphone dilakukan keduanya dengan cara ketemuan di depan KFC Simpang Enam Denpasar,” kata Kapolsek.
Kepada penyidik kepolisian, Multajamudin mengaku nekat mengambil handphone lantaran terdesak kebutuhan. Namun polisi menganggap apa yang dikatakan tersangka hanya alasan untuk menghindari jerat hukum.
“Tersangka Multajamudin dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahum penjara, sedangkan Slamet Purnomo dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman di bawah 5 tahun penjara,” pungkas Kapolsek. (agw)