Pemkot Denpasar Dorong Masyarakat Kembangkan Produk Pertanian

Suasana pelatihan pengolahan gula semut. (fdoto : ist)

Beritabalionline.com – Berbagai inovasi terus dilakukan Pemerintah Kota (pemkot) Denpasar dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan produk olahan pertanian. Salah satunya, pengembangan olahan gula kelapa dari nira kelapa yang semula hanya berbentuk cetak, kini dikembangkan menjadi varian gula semut atau gula kelapa kristal.

Gula semut merupakan gula hasil olahan nira atau kelapa (gula merah) yang diolah hingga berbentuk serbuk dengan metode putar aduk (centrifuge). Hal inilah yang terlihat saat pelatihan pengolahan gula semut Bali oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar pada Kamis (25/10/2018) di areal Tukad Bindu, Denpasar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar, Jimmy Sidharta serta OPD terkait lainnya.

Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar, Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan,  pelatihan pembuatan gula semut  ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta kelompok industri pertanian agar semakin mandiri dan inovatif.

“Pemkot Denpasar akan selalu memfasilitasi kelompok- kelompok industri pertanian ini. Pelatihan ini juga merupakan bentuk upaya Pemkot Denpasar didalam membina dan mengembangkan sektor UMKM  mulai di tingkat paling bawah” ujar Jimmy Sidharta.

Sementara Plt. Kadisperindag Kota Denpasar, I.B Anom Suniem mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan gula semut ini merupakan satu-satunya program dan pertama di Bali, dimana Pemkot Denpasar kali pertama memulainya.

Menurutnya, digelarnya pelatihan ini tentu akan memberikan efek positif diantaranya di sektor ekonomi karena daya saing dari gula semut ini sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis gula pasir yang banyak beredar di pasaran saat ini.

“Untuk hari ini kami menampung sekitar 15 orang peserta pelatihan. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini, akan muncul wirausaha baru khususnya yang bergerak di sektor pengolahan gula semut. Hari ini mereka dilatih teori dan praktik pengolahan, kemudian besok, Jumat (26/10/2018) akan dilanjutkan dengan praktik pengemasannya,” terang Anom Suniem.

BACA JUGA:  Legenda Mary Stockum

Dijelaskan, kelebihan dari produk gula semut ini adalah lebih tahan lama karena proses pengeringan kandungan airnya hingga 1-0,5 persen. Jenis gula semut ini juga dapat ditambahkan bahan tambahan seperti jahe, kencur dan temulawak sehingga dapat digunakan sebagai bahan minuman alami. Selain itu, dari segi kesehatan gula semut aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan kolesterol.

“Kedepannya produk ini akan ditingkatkan ke tahap ekspor tentunya dengan perbaikan kualitas produk dan kemasannya” ucap dia. (tra)