Jambret Handphone Mahasiswi, Resedivis Dibekuk Polisi

Ekspos pengungkapan kasus oleh Polresta Denpasar. (foto : agw)
Beritabalionline.com – Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Denpasar, Bali bernama Ni Putu Mega Arinia (21) menjadi korban penjambretan saat melintas di Jalan Suli, Denpasar Timur.
“Dalam kejadian tersebut korban kehilangan sebuah handphone merk iPhone 6S Plus yang disimpan di jaket yang ia pakai,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo saat ekspos pengungkapan kasus oleh Satreskrim Polresta dan jajaran Polsek di Mapolresta Denpasar, Rabu (24/10/2018).
Dari penuturan korban yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Denpasar ini, saat itu, (24/9/2018) sekitar pukul 04:00 Wita ia melintas di TKP dengan mengendarai sepeda motor sendirian. Tiba-tiba datang dua orang pelaku mengendarai sepeda motor dan memepetnya.
“Salah satu pelaku yang duduk di belakang kemudian mengambil paksa iPhone dari saku jaket korban. Setelah menjalankan aksinya kedua pelaku langsung kabur,” terang Kapolresta yang didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan.
Berbekal laporan korban, Resmob Polresta Denpasar yang dipimpin Kanit 1 Reskrim Polresta melakukan olah TKP dan mencari informasi ciri-ciri pelaku jambret. Kerja keras petugas membuahkan hasil. Dua pelaku bernama I Putu Vicki Agusta Wijaya alias Bikul (22) dan temannya Muhammad Yusuf Habibie (18) dibekuk, Sabtu (21/10/2018) sekitar pukul 11:30 Wita.
“Awalnya kita tangkap tersangka Bikul di tempat kosnya di jalan Waribang, Denpasar Timur. Saat diinterogasi tersangka mengaku melakukan aksi jambret bersama Yusuf. Tersangka Yusuf kemudian kita amankan di tempat kosnya jalan Gunung Welirang, Denpasar Barat,” jelas Kapolresta.
Kepada polisi, kedua pelaku mengaku sebelumnya telah membuntuti korban mulai dari Jalan Diponegoro. Niat jahat pelaku muncul ketika melihat korban mengendarai sepeda motor sendirian dengan membawa handphone yang harganya mahal.
“Bikul ini merupakan residivis kasus jambret dan baru bebas bulan Agustus 2018. Saat beraksi dia berperan sebagai pengedara sepeda motor. Dalam kasus ini, kedua tersangka kita jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” kata Kombes Hadi. (agw)
BACA JUGA:  Oknum Sipir LP Kerobokan Diganjar Hukuman 8 Tahun Penjara