Bawa Kabur Anak Dibawah Umur, Tersangka Babak Belur Dihajar Massa

Ibu korban (baju kuning) dan pelaku (bercelana pendek). (foto : ist)

Beritabalionline.com – Seorang pria berinisial HH alias Acan (33) babak belur dihajar massa setelah diduga melakukan penculikan terhadap gadis remaja berinisial AASSDL (17) di Jalan Pulau Saelus, Pedungan, Denpasar Selatan.

Sumber di lapangan menyebutkan, aksi penculikan berawal saat pelaku melintas di depan rumah korban di seputaran Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Senin (22/10/2018) sekitar pukul 17:30 Wita.

“Melihat korban duduk sendirian pelaku berhenti. Pelaku kemudian mendekati korban seraya mengajak korban keluar untuk makan bakso. Keduanya berangkat berboncengan dengan sepeda motor pelaku. Di tengah perjalanan tepatnya arah jalan Pulau Saelus, motor pelaku tiba-tiba mati karena kehabisan bensin,” ucap sumber, di Denpasar, Selasa (23/10/2018).

Rupanya, saat pelaku mengajak korban pergi, ibu korban melihat dan membuntuti dari belakang. Ketika sepeda motor yang dikendarai pelaku berhenti, sang ibu berteriak dengan mengatakan, “Orang ini mengajak anak saya”.

Teriakan ibu korban direspons warga sekitar dan langsung menghajar pelaku hingga babak belur. Polisi yang mendengar kasus dugaan penculikan mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku ke Mapolresta Denpasar.

Sementara kepada polisi, ibu korban berinisial JW (47) mengatakan, awalnya korban minta uang 2.000 rupiah untuk membeli minuman di warung sebelah rumah. Korban lalu berjalan ke depan Salon Cantik yang berada tidak jauh dari rumahnya. Tak lama, korban diajak pelaku pergi dengan sepeda motor.

“Saat itu ibu korban sempat menanyakan mau dibawa kemana anak saya, dan pelaku menjawab mau saya antar ke rumah. Ibu korban kembali bertanya rumah yang di mana, namun pelaku diam saja dan ibu korban meminta kunci motor dan KTP namun pelaku tidak mau memberikan. Karena emosi ibu korban lalu memegang kerah baju pelaku namun pelaku melarikan diri sehingga ibu korban berteriak penculik,” terang petugas kepolisian.

BACA JUGA:  Polda Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Mantan Wagub Sudikerta

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan menerangkan, pasca dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, polisi pun menaikkan status yang bersangkutan dari  pelaku menjadi tersangka kepada H, karena membawa pergi anak dibawah umur tanpa seijin orang tua atau walinya.

“Penetapan status tersangka terhadap H, karena telah terpenuhi unsur pasal 76 f yo 83 uu no 35 tahun 2014 perubahan atas uu 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan 332 KUHP dengan ancaman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” demikian Kasat Reskrim. *agw