Kanwil Agama Provinsi Bali Minta Tempat Ibadah ‘Steril’ dari Kegiatan Politik

Partai peserta pemilu 2019 di Bali sepakat tolak politisasi agama. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Agama dan politik tidak bisa dilepas dari kehidupan manusia. Namun demikian seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat menahan diri dengan tidak membawa simbol-simbol agama ke dalam urusan politik yang nantinya dapat memperkeruh dan menimbulkan perpecahan di kalangan beragama.

“Bisa dikatakan 100 persen masyarakat Indonesia ini kan beragama. Sedikit saja ada gesekan berbau agama, maka tingkat emosi masyarakat akan cepat sekali naik. Maka dari itu, kegiatan pesta demokrasi harus dilaksanakan dengan riang gembira, bukan sebaliknya menimbulkan ketegangan dan kegaduhan,” ucap Kakanwil Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra saat ditemui usai rapat koordinasi (rakor) lintas lembaga keagamaan dan instansi terkait yang diselenggarakan Kanwil Agama Provinsi Bali di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Bali, Senin (22/10/2018).

Sebagai instansi yang bertugas menjaga kerukunan antar umat beragama, lanjut Lastra, pihaknya merasa harus ikut memikirkan agar situasi Pemilu 2019 yang disebutnya sebagai puncaknya tahun politik dapat terjaga dengan baik.

“Sekarang ini sudah masuk tahun politik dan puncaknya tahun 2019. Kami berharap kepada seluruh partai politik peserta pemilu 2019 agar sama-sama dapat menjaga kedamaian khususnya di Bali yang selama ini sudah berjalan baik dan kondusif,” tuturnya.

Selain partai peserta pemilu, rapat koordinasi juga dihadiri perwakilan dari KPU Provinsi Bali, Bawaslu Provinsi Bali, Korem 163/Wirasatya, Polda Bali, Kesbangpol Bali, FKUB, serta sejumlah instansi terkait.

Rakor menghasilkan beberapa poin kesepakatan bersama diantaranya bersama-sama menolak politisi agama sebagai alat untuk kepentingan politik praktis, sepakat tidak menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian yang nantinya dapat menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan masyarakat, serta sepakat menjaga kesakralan tempat ibadah dan tempat budaya di Bali dari segala kegiatan politik praktis.

BACA JUGA:  Putus Cinta, Mahasiswi Tewas Setelah Loncat dari Lantai 4 Hotel di Jimbaran

“Kesepakatan bersama ini kami lakukan untuk mewujudkan pemilu serentak 2019 yang damai,” demikian I Nyoman Lastra. (agw)