Curi Kartu Kredit untuk Belanja, Dua Pelaku Diamankan Petugas

Dua pelaku pencuri kartu kredit milik turis asing yang diamankan petugas Polsek Kuta Utara. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Opsnal unit Reskrim Polsek Kuta Utara mengungkap kasus pencurian dengan modus mengambil kartu kredit dan digunakan berbelanja. Dua orang pelaku berhasil diamankan, sedangkan satu pelaku lagi seorang warga negara asing kini masih diburu petugas.

“Korbannya turis asing asal Australia bernama Stephen Anderson (61). Kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp22,8 juta,” terang Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes Nainggolan di Mapolsek Kuta Utara, Badung, Senin (22/10/2018).

Kasus pencurian berawal saat korban menukar uang dolar Auatralia ke rupiah di money changer milik I Nengah Winaya (28) Jalan Laksmana Banjar Taman, Kelurahan Kerobokan Klod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Selasa (16/10/2018).

Esok harinya, korban yang menginap di Villa Jalan Drupadi nomor 10, Seminyak, Kuta ini menerima sms banking jika ia telah melakukan transaksi belanja. Merasa tidak pernah melakukan transaksi, korban mengecek kartu kreditnya di dompet namun sudah tidak ada.

“Kami yang menerima laporan dari korban kemudian melakukan penyelidikan ke money changer tempat korban terakhir menukar uang. Dari hasil interogasi terhadap pemilik money changer, dia mengakui telah mengambil kartu kredit milik korban ketika korban tengah sibuk menghitung uang yang ditukar,” jelas Kapolsek.

Setelah mengamankan I Nengah Winaya, Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 14:00 Wita, beberapa jam kemudian satu pelaku lain bernama I Made Juniarta (45) turut ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Kuta Utara.

“Pemilik money changer mengaku setelah mengambil kartu kredit milik korban ia kemudian menghubungi Made Juniarta agar bisa berbelanja menggunakan kartu korban. Mereka kemudian bertemu di jalan Sunset Road. Saat itu tersangka Made Juniarta mengajak seorang WNA. Mereka kemudian berbelanja pakaian di sebuah toko pakaian merk Polo di jalan By Pass Ngurah Rai dengan menggunakan kartu kredit milik korban,” kata Kapolsek.

BACA JUGA:  WNA Aljazair Curi Uang dan Barang WNA Jerman

Polisi menduga jika tersangka Made Juniarta merupakan pemain lama. Hal ini berdasarkan keterangan tersangka yang pernah melakukan kejahatan dengan modus yang sama di daerah Kuta. ”

Kalau dari pengakuan pemilik money changer, ia baru sekali melakukan pencurian. Sementara Made Juniarta mengaku sebelumnya sudah pernah beraksi di daerah Kuta. Untuk sekali transaksi belanja menggunakan kartu curian, Made Juniarta mengatakan mendapat fee dari toko cukup besar.

Seperti saat belanja di toko pakaian Polo, ia mendapat fee sebesar Rp6 juta. Kasusnya masih dikembangkan, saat ini kami juga tengah memburu warga asing yang membantu Made Juniarta belanja menggunakan kartu kredit curian, demikian Kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Androyuan Elim. (agw)