Kian Memikat, Kerajinan Endek Kota Denpasar Eksis di Kancah Nasional

Para pemenang Duta Endek Kota Denpasar 2018. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebagai salah satu tenun ikat Bali, kain endek memiliki ragam corak dan sejarah panjang. Pesatnya permintaan akan kain yang diperkirakan berkembang sejak tahun 1985 itu, membuat Pemkot Denpasar terus melakukan upaya pelestarian hingga membawa tenun ikat endek bisa eksis di even nasional.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggaet insan muda melalui pemilihan Duta Endek Kota Denpasar sejak 2012 silam. Langkah ini telah mampu membawa keberadaan endek tidak saja untuk kegiatan upacara, namun juga digunakan sebagai pakaian modern, serta diminati kalangan pejabat negara, para artis, hingga wisatawan mancanegara.

Dalam kegiatan pemilihan Duta Endek Kota Denpasar yang memasuki tahun ke-7 mendapat apresiasi dari kalangan peserta muda-mudi dengan keikutsertaan peserta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2012 even tahunan ini diikuti 24 peserta, berikut tahun 2014 hingga tahun 2018 jumlah peserta meningkat menjadi 139 peserta.

Wali Kota IB Rai Mantra hadir dalam malam grand final Duta Endek Kota Denpasar 2018. (foto : ist)

Memasuki tahap seleksi, terpilih 24 peserta masuk pada malam grand final Duta Endek Kota Denpasar berlangsung, Sabtu (20/10/2018) di Hotel Aston  Denpasar yang disaksikan Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra.

Selain juga Wakil Ketua Dekranasda Ny. Kerthi Rai Iswara, serta pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Hadir pula menyaksikan rangkaian kegiatan grand final Duta Endek, Kadis Perindag Provinsi Bali, Putu Astawa.

Ketua Panitia Duta Endek Kota Denpasar tahun 2018, I Nyoman Bagus Pramartha mengatakan, seleksi ini dimulai dengan tes tulis dan tes interview tahap pertama yang dilaksanakan tanggal 1 dan 2 September 2018 diikuti 139 peserta di Aula Graha Sewaka Dharma.

BACA JUGA:  Pukau Ribuan Penonton, Legu 'Gondong' Tebarkan Aura Magis di Panggung PKB

Dari seleksi tahap pertama ini didapat 50 besar finalis yang melaju ke tahap berikutnya. Selanjutnya seleksi tahap II dilaksanakan tanggal 8 September 2018 untuk 50 besar sehingga diperoleh 24 orang finalis yaitu 12 orang putra dan 12 orang putri.

Para finalis merupakan siswa siswi SMA/SMK maupun mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Denpasar. Pada grand final ini dari 24 orang dipilih 12 orang finalis atau enam besar. Dari enam besar dipilih 3 besar untuk selanjutnya dipilih jadi Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2018.

“Sebelum mengikuti grand final ke-24 peserta mengikuti berbagai macam pelatihan seperti publik speaking dan kepribadian, pelatihan desain dan motif endek dalam kain, kewirausahaan, hingga pelatihan choreography,” imbuhnya.

Wali Kota Rai Mantra mengatakan, kerajinan endek telah menjadi produk ekonomi kreatif unggulan Kota Denpasar. “Kami berharap even ini memberi dampak bangkitnya perajin-perajin endek di daerah-daerah lain,” ujar Rai Mantra, sembari mengucapkan selamat kepada tiga pasang muda mudi sebagai Duta Endek Denpasar 2018.

Sementara Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara Pemkot Denpasar dengan Dekranasda Kota Denpasar.

“Kami ingin mengenalkan kepada generasi muda bahwa tenun ikat Bali, yakni kain endek tidak kalah dengan kerajinan lainnya. Karena itu keberadaan endek harus kita lestarikan dan kita kembangkan dengan terus mensosialisasikannya terutama kepada generasi muda agar lebih mencintai produk dalam negeri,” harapnya.

Berikut adalah peserta yang menjadi pemenang pemilihan Duta Endek Kota Denpasar tahun 2018. Untuk kategeori putra, juara I diraih I Ketut Yasa Putra, juara II Devidson Imanuel Eman, Juara III Anak Agung Ngurah Trisna Indra Pradipta. Sedangkan untuk kategori putri, juara I diraih Jessica Klesia Prameswari, juara II Made Ayuni Dindasari, juara III direbut Ni Made Ayu Cantika Ratih. (tra)