Kerambitan, Tabanan Luncurkan Program Inovatif UMaurip

Wabup Tabanan Komang Sanjaya melepas burung hantu atau tyto alba pada acara launching program UMaurip. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, tidak henti-hentinya menggulirkan program inovatif.  Setelah sukses meluncurkan program Pelayanan Publik Terintegrasi (Taman Serasi), Kerambitan kembali melaunching program inovatif terbarunya, yakni program UMaurip (Utamaning Uma Lan Urip).
UMaurip merupakan program holistik yang digagas untuk menjangkau aspek pertanian, pelestarian lingkungan, pariwisata, pendidikan, kuliner, seni budaya dan olahraga di Kecamatan Kerambitan. Salah satu program tersebut adalah pelestarian burung hantu Tyto Alba.
Launching tersebut ditandai dengan meresmikan tulisan Umaurip dan tulisan Timpag diiringi dengan pelepasan Tyto Alba, oleh  Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Camat Kerambitan I Gede Sukanada di Desa Timpag Kerambitan, Tabanan, Jumat (19/10/2018). Acara launching juga dilanjutkan dengan jalan santai yang diikuti siswa siswi sekolah di area jogging track.
Acara launching program UMaurip di Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Gede Sukanada mengatakan kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari Festival Kerambitan IV yang akan berlangsung hingga Minggu (21/10/2018) mendatang. Dijelaskannya, fokus dari program UMaurip antara lain pelestarian burung hantu untuk menjaga populasi Tyto Alba serta mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan.

“Salah satu program inovatif UMaurip adalah program pelestarian burung hantu Tyto Alba. Tyto alba merupakan spesies burung hantu berukuran besar yang mudah dikenali sebagai burung hantu putih. Dengan adanya program ini seluruh masyarakat diharapkan dapat berkontribusi memelihara dan menjaga populasi Tyto Alba guna mengimbangi populasi hama tikus di subak-subak yang ada di Desa Timpag, khususnya.” harap dia.
Selain pelestarian burung hantu, program lain dari UMaurip adalah pengembangan sentra sentra  babi Bali dan wisata edukasi berupa jogging track  serta olahraga air seperti rafting yang juga dilaunching pada hari itu.
Sehari sebelumnya, juga digelar pembukaan Festival Kerambitan yang sangat meriah dengan menampilkan tarian kecak, okokan, tektekan massal, pagelaran gong kebyar dan pertunjukan lainnya. Tema yang diangkat dalam festival tahun ini “Yowana Masikian Harmoni di Tanah Penuh Berkah”.
Tema ini mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh. Dengan harapan para Yowana Kerambitan akan saling bahu membahu membangun kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budaya yang ada sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang berkualitas.
 
Sementara itu Wakil Bupati Tabanan, Komang Sanjaya dalam sambutannya memberikan apresiasinya atas program inovatif tersebut. “Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kita untuk melestarikan alam dan lingkungan. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program ini,” ujar Wabup Sanjaya. (tra
BACA JUGA:  Mabuk, Pria Tanpa Identitas Ngamuk di Pasar Sanglah