Antar Sabu Pesanan Napi LP Kerobokan, Buruh Bangunan Dibekuk Polisi

Tersangka berikut barang bukti (sabu) diamankan di Mapolsek Kuta Utara. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan berhasil digagalkan petugas. Seorang pelaku bernama Herman (26) digelandang petugas kepolisian ke Mapolsek Kuta Utara untuk menjalani pemeriksaan.

“Modus pelaku membawa narkoba dengan pura-pura membesuk napi di LP Kerobokan. Sabu diselipkan diantara barang bawaan,” terang Kapolsek Kuta Utara melalui Kanit Reskrim Iptu Androyuan Elim di Mapolsek Kuta Utara, Badung, Kamis (18/10/2018).

Lebih lanjut Kanit menjelaskan, terungkapnya upaya penyelundupan sabu berawal pada saat sipir lapas, Ni Luh Putu Siki Astari Dewi (19) memeriksa tas plastik warna merah yang dibawa pelaku, Jumat (12/10/2018) sekitar pukul 15:00 Wita. Ketika dibuka, tas tersebut berisi sepotong celana jeans.

“Saat memeriksa isi kantong depan celana yang dibawa pelaku, petugas sipir menemukan empat buah pipet warna merah di dalamnya berisikan empat klip plastik berisi serbuk putih atau sabu seberat sekitar 1 gram. Sipir lapas kemudian melapor dan pelaku langsung kami amankan ke Mapolsek,” terang Kanit Reskrim.

Dari hasil pemeriksaan diperoleh keterangan bahwa sabu tersebut rencananya akan diberikan kepada dua orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LP Kerobokan bernama Rajus dan Angga. Buruh bangunan yang tinggal di seputaran Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat ini juga mengaku mendapat upah Rp100 untuk aksi nekatnya.

“Rajus itu adik tersangka yang dipenjara dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Tersangka ditelpon Rajus dan disuruh mengambilkan celana milik temannya sesama napi bernama Angga di Tabanan. Di sana tersangka bertemu dengan ibunya Angga dan diberi celana. Ibunya Angga sudah kita periksa dan mengatakan tidak mengetahui soal barang tadi. Saat kami periksa tersangka juga mengaku baru pertama ini mengirim barang ke LP Kerobokan,” jelas Iptu Elim.

BACA JUGA:  Penanganan Kasus Penganiayaan Bocah Dipertanyakan, Pelakunya Diduga Orang Kaya

Namun karena tertangkap tangan membawa sabu, tersangka dijerat Pasal 112 dan atau 114 UU Narkotika no. 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (agw)