Delegasi IMF-WB Terkesan Budaya Bali

Delegasi saat ‘melukat’ di Tirta Empul.

Beritabalionline.com – Delegasi IMF- WB sangat terkesan dengan budaya Bali dan nilai-nilai spiritual yang dianut masyarakat Bali. Selain itu juga mengagumi tradisi penglukatan di Tirta Empul.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Ari Brahmanta saat mendampingi delegasi pertemuan IMF-WB dalam kunjungannya ke sejumlah objek wisata di Gianyar, Selasa (16/10/2018).

“Mereka sangat terkesan dengan budaya di Bali dan nilai-nilai spritual yang dianut masyarkat. Para delegasi mengagumi upacara penglukatan di Tirta Empul yang pada saat itu ramai pemedek yang tangkil melukat dan sembahyang,” ujar Brahmanta.

Selanin mengunjungi Tirta Empul, beberapa objek wisata lainnya yang juga disasar yakni Taman Safari, Taman Nusa dan Bali Bird Park.  Kunjungannya ke sejumlah objek wisata di Gianyar ini merupakan bagian dari kunjungan para delegasi IMF-WB ke Desa Taro, Tegalllalang serangkaian kegiatan  The Fourth High-Level Meeting On Country- Led Knowledge (HLM4 on CLKS).

Sebagaimana diketahui, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Banjar Ked Desa Taro, pendanaannya didukung Bank Dunia dan APBD Kabupaten Gianyar sebagai dana pendamping di daerah.

Rombongan delegasi diterima Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gianyar, Ngakan Putu Darmajati,SH, Pj. Perbekel Desa Taro, I Nyoman Karang, SH dan beberapa kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Gianyar, di Wantilan Pura Agung Desa Taro.

Program Pansimas merupakan salah satu wujud nyata dan upaya Pemerintah Indonesia untuk mendukung pencapaian target akses 100% air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat di wilayah perdesaan pada akhir tahun 2019 sesuai dengan amanat RPJMN 2015-2019.

Seperti ditegaskan oleh Pj. Perbekel Desa Taro, I Nyoman Karang di depan rombongan World Bank tahun 2016, Pemdes Taro mengikuti sosialisasi program Pamsimas tingkat kabupaten, Desa Taro ditetapkan sebagai desa lokasi program Pamsimas III tahun anggaran 2017 dengan total nilai RKM Rp 393.000.000.

Setelah adanya program ini, menurut Nyoman Karang seluruh masyarakat yang terdiri dari 1.239 jiwa di Banjar Ked Desa Taro sudah bisa mengakses air minum aman (60 liter per orang per hari). ”Jika sebelum ada program Pamsimas, warga Banjar Ked secara bergiliran dilayani air minum, tapi kini masyarakat dapat mengakses air minum selama 24 jam,” jelas I Nyoman Karang.

Biaya operasional pun menurut Nyoman Karang cukup rendah, yakni masyarakat hanya perlu membayar iuran Rp 2.000 per M3. Ini jauh lebih murah, karena sebelumnya warga harus membayar Rp 4.000 per M3. Manfaat lain yang dirasakan warga di Banjar Ked Desa Taro, kata Nyoman Karang, adalah meningkatnya produktivitas ibu-ibu terutama di bidang peternakan, karena ada tambahan 10 SR bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan.

Sementara itu, menurut Kasubdit Sistem Penyediaan Air Minum Pedesaan selaku Ketua Sentral Proyek Management Unit Pamsimas, Direktoral Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR RI, Ir. Tanozisochilaze,MSC mengatakan secara nasional capaian air minum aman di Indonesia sampai akhir tahun 2017 adalah sebesar 72 %, sedangkan untuk sanitasi sebesar 76%.

Program Pamsimas sampai dengan tahun ini dilaksanakan di 396 kabupaten dan 11 kota, sehingga totalnya berada di 407 daerah melalui program implementasi.

Terkait dengan proses implementasi program  relatif sama yaitu mulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan hasil program. ”Desa Taro hanyalah salah satu contoh hasil kerja masyarakat dengan dukungan pemerintah lebih dari 16.500 desa yang telah melaksanakan Pamsimas,” jelas Tanozisochilaze.

Sementara itu Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Kesra Setda kab. Gianyar, Ngakan Putu Darmajati,SH, mengatakan Pemkab Gianyar sangat berterima kasih pada Bank Dunia dan jajaran Kementerian PUPR atas terfasilitasinya kunjungan delegasi beberapa Negara di Desa Taro.

Menurut Ngakan Darmajati, Desa Taro merupakan desa yang mengalami kesulitan air karena kondisi geografisnya. Berkat program Pamsimas, kini warga Desa Taro khususnya di Banjar Ked telah memiliki sambungan rumah (SR) air minum hingga seratus persen.(yes)