BPK dan Bupati Eka Bahas Pengelolaan Sampah

Bupati Eka saat melakukan entry meeting dengan BPK Perwakilan Bali Donni Ramli membahas soal masalah sampah.

Beritabalionline.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi yang dikomandoi Donni Ramli bersama Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melakukan entry meeting dalam rangka pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan, di ruang kerja Bupati, baru-baru ini.

Hadir juga pada acara itu Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, diantaranya Inspektorat Tabanan I Made Urip, Asisten III Sekda Kab Tabanan I Made Sukada, Kepala Bappelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gusti Ngurah Raka Iswara.

Donni Ramli menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi permasalahan regional dan juga nasional, karena Bali dikatakannya merupakan daerah destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Pengelolaan sampah merupakan salah satu kunci bagaimana supaya industri pariwisata berjalan dengan baik, tetap menjadi unggulan, semua orang terkesan dengan lingkungan bersih dan indah,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, selama lebih kurang 35  hari, kami beserta tim kedepannya  akan melihat bagaimana pengelolaan sampah di sini. Mulai dari apa yang menghasilkan sampah, kemudian cara pengelolaannya, dan tim mohon masukan juga dari instansi terkait,” tambahnya.

Bupati Eka sangat berterimakasih dan menyambut baik kedatangan tim dari BPK dalam pemeriksaan kinerja pengelolaan sampah di Tabanan.

“Harapan kita adalah komunikasi yang baik antar semua pihak, karena kami sebagai penyelenggara dan secara langsung mengimplementasikan segala bentuk program yang tujuannya untuk membuat Tabanan ini bersih. Dan saya yakin kalau sudah bersih, maka pikiran juga bersih. Kalau sampah dimana-mana, inilah yang membuat kita ruwet, membuat kita tambah pikiran kotor yang datang,” canda Bupati Eka saat itu.

Meskipun selalu mendapat penghargaan Adipura, Bupati yang akrab disapa Eka itu mengakui Tabanan masih banyak kekurangan di dalam mengelola sampah. Hal itu dijelaskannya tidak terlepas dari masih banyaknya prilaku masyarakat yang kurang disiplin dalam mengelola sampah.

BACA JUGA:  Rabu dan Kamis Pegawai Pemkot Denpasar 'Mebahasa' Bali

“Bersihnya dari suatu kabupaten itu adalah pola pikir bersih dari masyarakat itu sendiri sebagai pelakunya. Nah ini, memang perlu kesadaran dari mereka sendiri bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih,” ungkapnya. (ryn)