Hadiri Peringatan Bom Bali 1, Menkeu Australia Harap Peristiwa Serupa Tidak Terulang

Menkeu Australia Josh Fraydenberg meletakkan karangan bunga di Munumen Ground Zero Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Peristiwa Bom Bali 1 tahun 2002 diperigati di Monumen Groud Zero Bali, Legian, Kuta, Kabupaten Badung. Menteri Keuangan Australia Josh Fraydenberg bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik terlihat hadir untuk mengenang tragedi yang merenggut banyak korban jiwa tersebut.

“Saya hadir di sini untuk mengenang apa yang pernah terjadi 16 tahun yang lalu. Tragedi tersebut mengakibatkan 202 orang menjadi korban. Ada 88 korban dari Australia, 33 dari Inggris dan 38 dari Indonesia, dan beberapa korban lainnya dari negara lain,” ucap Menteri Keuangan Australia Josh Fraydenberg di lokasi, Jumat (12/10/2018).
Menteri Josh Fraydenberg menerangkan, Indonesia dan Australia adalah teman yang baik dan kedua negara saat ini telah berkolaborasi dan bekerjasama untuk mencegah aksi-aksi terorisme.
Peringatan peristiwa Bom Bali 1 di Monumen Ground Zero Bali. (foto : ist)
“Ada banyak hal dilakukan dalam berkolaborasi untuk keamanan Indonesia bersama Australia Federal Police. Kedua negara berbagi informasi untuk mencegah ancaman bahaya dan terorisme,” terangnya.
Ditempat yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyatakan bahwa kehadiran kedutaan Inggris di Monumen bom Bali untuk berbela sungkawa atas tragedi 16 tahun silam kepada seluruh korban di seluruh dunia, khususnya masyarakat Bali.
“Bali adalah tempat pariwisata untuk turis dan juga untuk berlibur. Kami mengingat hal ini sangat sedih dan kami juga menjalin hubungan kembali dengan Indonesia sejak lama, sejak kejadian 16 tahun yang lalu,” ujarnya.
Dengan adanya tragedi bom tersebut jelas Malik, pemerintah kerajaan Inggris bersama dengan Indonesia dan Australia sudah membangun sistem keamanan dan pertahanan untuk mencegah adanya terorisme kembali terjadi.

“Kami berkolaborasi untuk saling membantu sistem keamanan di Indonesia dan menjaga keamanan untuk mencegah terorisme dengan membukan training center di Semarang, Jawa Tengah,” pungkas Malik. (agw)