BNPB Tegaskan Gempa di Situbondo Tak Ada Kaitan dengan Gempa Sulteng

Tiga rumah rusak di Jember akibat gempa Situbopndo. (foto : Tribunnews.com)

Beritabalionline.com – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa berkekuatan 6,3 SR di Situbondo, Jawa Timur tak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa yang tak menyebabkan tsunami ini terjadi sekitar 01.44 WIB pagi.

“Gempa di Situbondo tidak ada kaitan dengan gempa di Palu. Beda sumbernya,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Atas peristiwa ini, sedikitnya tiga orang meninggal dunia yakni Nuril Kamiliya (7), H. Nadhar (55) dan Buhama (65). Ketiga orang tersebut meninggal akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah sekitar pukul 07.07 WIB.

“Ini kan terjadinya malam. Kebanyakan sedang tertidur,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak delapan orang telah mengalami luka akibat tertimpa atau terkena reruntuhan bahan bangunan.

“Untuk korban luka ada delapan orang. Sudik (65), Ny. Rinami (70), H. Samsu (60), Su’aida (55), B. Muhawiya, Aswiya, Nasiya (60) dan Sarwini (50). Mereka terluka juga karena tertimpa tembok rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, ada 22 daerah yang merasakan gempa berkekuatan 6,3 SR mengguncang Situbondo, Jawa Timur dan Bali. Gempa yang tak menyebabkan tsunami ini terjadi sekitar 01.44 WIB pagi tadi.

“Ada 22 daerah yang terkena gempa,” kata Sutopo, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Beberapa daerah kabupaten dan kota tersebut yakni Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.

Dampak dari gempa berkekuatan 6,3 SR yang mengguncang wilayah Jawa Timur yakni 25 rumah rusak di Kabupaten Sumenep tepatnya di desa Jambuir, Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Sumenep. Rumah rusak di Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep.

BACA JUGA:  Menpan: Berkat Efisiensi Secara Masif, Pemda Berhasil Hemat Anggaran Rp110 Triliun Berkat Efisiensi

“Rumah rusak di Nyabakan timur Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, rumah rusak di Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, rumah rusak di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Sumenep, rumah rusak di Desa Nyamplong Kecamatan Gayam, Sumenep dan Masjid Desa Gendang Timur Kecamatan Sepudi, Sumenep,” sebutnya. (sdn/ist)