Menteri Susi Prihatin Harga Ikan di Bali Merosot, Minta BUMN dan BUMD Tampung Ikan Nelayan saat Panen Melimpah

Menteri Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (foto : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan prihatin dengan harga ikan nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali, merosot saat hasil tangkap mereka melimpah.

“Harusnya harga ikan nelayan saat tangkapan melimpah seperti sekarang bisa diatas Rp10 ribu perkilogram, tapi sekarang hanya Rp9.000,” katanya saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (10/10/2018).

Untuk mengatasi merosotnya harga ikan, ia mengajak semua pihak mulai dari BUMN hingga pemerintah daerah lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menampung ikan saat panen atau hasil tangkap para nelayan melimpah.

Melihat sistem penjualan di tempat pelelangan ikan PPN Pengambengan belum berjalan sebagaimana mestinya, Menteri Susi minta hal tersebut agar dilakukan evaluasi dan diperbaiki.

“Proses penjualan di tempat pelelangan tidak berjalan sebagaimana pelelangan, karena sistemnya masih tertutup. Kalau sistemnya tertutup rawan kecurangan, manipulasi, kompromi-kompromi yang bisa merugikan nelayan,” ungkapnya.

Dengan sistem pelelangan terbuka, serta adanya pembeli dari banyak latar belakang baik swasta maupun badan usaha milik pemerintah, kata dia, bisa membuat harga ikan stabil.

Menurut dia, dengan harga ikan Rp9.000 perkilogram masih terlalu rendah, karena sebelum panen besar seperti saat ini harga ikan masih menyentuh Rp15.000 perkilogram.

“Jika sistem pelelangan lebih baik serta ada badan pemerintah yang membeli ikan nelayan, tengkulak atau pembeli ikan tidak bisa mempermainkan harga ikan nelayan. Tugas badan usaha milik pemerintah itu seperti Bulog, yang menampung hasil panen dengan menetapkan harga beli terendah yang layak bagi nelayan,” ujarnya.

Sistem pembayaran yang diterapkan antara nelayan Kabupaten Jembrana dengan pembeli juga menjadi sorotan Susi, karena pembayaran tidak langsung dilakukan begitu ikan selesai ditimbang.

BACA JUGA:  'Work From Sanur' Siap Dukung Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata Bali

Saat berkeliling di PPN Pengambengan dan berbicara dengan para nelayan, ia mendapat keluhan bahwa minimnya ketersediaan solar saat laut memberikan hasil tangkap yang melimpah. Menanggapi hal ini, Menteri Susi berjanji akan mengkoordinasikan ke institusi terkait agar pasokan solar untuk nelayan diprioritaskan.

Terkait fasilitas kolam labuh bagi perahu nelayan, Menteri Susi menyatakan ke depan pihaknya merencanakan memperpanjang break water guna mencegah pendangkalan kolam labuh yang sering dikeluhkan nelayan. (tra)