Gubernur Koster Tegaskan, Demo Tolak Pertemuan IMF-WB Bukan Aspirasi Masyarakat Bali

Gubernur Bali Wayan Koster dalam jumpa pers terkait penyelenggaraan IMF-WB. (foto : agw)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan penjelasan terkait dengan penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank tahun 2018 di Bali yang dihadiri lebih dari 34 ribu peserta dari 189 negara.

Gubernur Koster mengatakan, ditunjuknya Bali sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan besar dan sangat penting ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat Bali.

“Dari penyelenggaraan pertemuan ini, Bali memperoleh banyak manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya dalam jumpa pers di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (9/10/2018) sore.

Menurutnya, dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap peningkatan pembangunan perekonomian selama penyelenggaraan IMF-WB 2018 di antaranya memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur strategis seperti Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Sarbagita.

“Selain itu, juga peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lebih dari 34 ribu orang lebih, penambahan jumlah lapangan pekerjaan yang mencapai 32.700 orang atau meningkat 1,26 persen, peningakatan PDRB diatas Rp1,2 triliun dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali lebih dari 6,5 persen, serta peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesia yang mampu menjangkau 189 negara di dunia,” papar Koster.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Wayan Koster juga angkat bicara terkait adanya demonstrasi oleh beberapa aktivis yang menolak penyelenggaraan IMF-WB lantaran dianggap suatu pemborosan uang negara dan tidak ada manfaatnya bagi Bali.

“Yang menolak itu tidak mempresentasikan masyarakat Bali, sehingga aspirasi yang disampaikan bukan merupakan aspirasi masyarakat Bali. Kegiatan ini jelas bukan merupakan pemborosan, karena dampaknya akan jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian Indonesia khususnya Bali,” tandasnya.

BACA JUGA:  Menteri Luhut Pastikan Persiapan Pengamanan Sidang IMF 2018 di Bali

Oleh karena itu, lanjut Koster, pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, semuanya termasuk insan pers, untuk secara sadar dan aktif serta berkomitmen bersama untuk mendukung terwujudnya suasana Bali yang aman, nyaman, dan damai secara sekala dan niskala demi suksesnya penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali.

Sebelumnya, ratusan aktivis dari berbagai elemen yang tergabung dalam gerakan rakyat menentang IMF-World Bank menggelar aksi demo di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Senin (8/10/2018).

Para demonstran menuntut agar World Bank-IMF dibubarkan dan menentang seluruh kebijakan serta program WB-IMF lantaran telah memberikan dampak buruk bagi bangsa dan negara, juga tidak memberikan manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah Indonesia harus menghentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasama utang dengan Bank Dunia. Hentikan penggunaan APBN untuk pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018,” teriak koordinator Gerakan Rakyat Menentang IMF-WB, Muhamad Ali.

Ali melanjutkan, di tengah kondisi rakyat semakin sulit, serta disaat Lombok dan Sulawesi Tengah sedang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam, pemerintah Indonesia justru telah memberikan pelayanan sangat mewah dalam penyelenggaraan pertemuan ini. *agw