Keluarga Korban Bom Bali dan Konjen Australia Gelar Seminar

Seminar yang digelar keluarga bom Bali. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Keluarga korban bom Bali tahun 2002 dan 2005 yang tergabung dalam Yayasan Isana Dewata menggelar seminar dengan tema “Memahami dan Mengerti Dampak dari Teroris”. Seminar juga menghadirkan Konsul Jenderal Australia di Bali, Dr. Helena Studdert sebagai pembicara.
“Seminar ini diadakan sebagai bagian dari peringatan 16 tahun bom Bali 2002 dan akan diikuti dengan upacara peringatan yang akan berlangsung di Monumen Kemanusiaan Bali di Kuta pada tanggal 12 Oktober 2018,” kata Ketua Isana Dewata Foundation (IDF) Thiolina F. Marpaung, dalam siaran pers di Denpasar, Sabtu (6/10/2018).
Thiolina melanjutkan, seminar ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak para korban terorisme dan upaya-upaya untuk melawan radikalisasi dengan menyatukan aparat pemegang keputusan, termasuk dari kabupaten-kabupaten, untuk mengadakan diskusi interaktif tentang biaya jangka panjang terorisme dan mempromosikan toleransi dan perdamaian.
Konsul Jenderal Australia di Bali, Dr. Helena Studdert yang menjadi salah satu pembicara utama menyampaikan, para pemimpin Australia dan Indonesia telah berkomitmen untuk bekerja sama.
“Komitmen kami mencegah kekerasan teroris dengan mempertahankan masyarakat yang kuat, kohesif dan toleran dan untuk tujuan ini kita mendukung masyarakat sipil untuk mendorong komunitas yang tangguh dan bekerjasama dengan pemerintah untuk mengembangkan kerangka kebijakan yang kuat,” ucapnya.
Seminar yang menggandeng Konsulat Jenderal Australia di Bali ini dihadiri oleh lebih dari 150 orang, termasuk perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali, kabupaten, asosiasi pariwisata di Bali, keluarga dan korban bom Bali serta beberapa LSM, termasuk Bali Peace Park Association Australia, yang diwakili oleh presiden asosiasi, Glen Svilicich. (agw)
BACA JUGA:  Cegah Meluasnya Transmisi Lokal, Disperindag Bali Pantau Pasar Tradisional