Pesta Miras Ricuh, Anggota Ormas Keluarkan Pedang

Oknum anggota ormas yang diamankan polisi (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pesta minuman keras (miras) yang digelar sekelompok pemuda di Jalan By Pass Ngurah Rai gang Bambu, Kuta Selatan, Badung berakhir dengan keributan. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pemuda bernama Miftahul Abidin alias Berto (25).

“Saat terjadi keributan yang bersangkutan membawa senjata tajam. Dia langsung kami amankan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza, Senin (1/9/2018).

Keributan berawal saat pelaku yang merupakan salah satu anggota Ormas di Bali ini pesta miras jenis tuak di sebuah pekarangan rumah warga bersama teman-temannya yakni Tata, Romli, Arif, Yudi dan Gagu, Minggu (30/9/2018) sekitar pukul 21:00 Wita.

Senjata tajam jenis pedang milik pelaku yang disita polisi. (foto : ist)

Dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol, Romli dan Yudi terlibat cek-cok mulut tanpa persoalan yang jelas. Warga sekitar yang melihat kejadian kemudian mencoba melerai, dan Yudi pergi meninggalkan lokasi.

“Ketika Yudi pergi, giliran Romli dan Berto terlibat adu mulut dan saling tantang. Namun lagi-lagi dapat dilerai oleh temannya yang lain. Berto yang masih emosi kemudian pulang ke kosnya dan mengambil senjata tajam berupa pedang sepanjang 50 centimeter. Pada saat pelaku pulang mengambil pedang, Romli dan yang lain sudah pergi. Mengetahui itu pelaku kembali marah-marah sambil berteriak sehingga membuat warga ketakutan dan melapor ke kantor polisi,” terang Kapolsek.

Buruh proyek tersebut lalu diamankan petugas ke Mapolsek Kuta Selatan. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sebuah senjata tajam dan dua buah baju Ormas milik pelaku.

“Dia mengaku mengambil pedang di kosnya karena merasa ditantang berkelahi oleh Romli. Pelaku merupakan anggota salah satu ormas di korlap daerah Kedonganan. Sedangkan pemicu awal persoalan hingga terjadi keribuatan karena semua tengah mabuk lantaran habis pesta miras,” demikian Kapolsek. (agw)

BACA JUGA:  Cabuli Siswa Paud, Warga Jepang Dituntut 7 Tahun Penjara