Kabur ke Sumatera, Otak Komplotan Coblos Ban Didor Polisi

Otak komplotan coblos ban, Rizal alias Imam menjalani perawatan usai ditembak polisi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tiga orang komplotan pelaku coblos ban lintas pulau digulung Satreskrim Polres Badung. Otak komplotan bernama Rizal alias Imam (33) dibekuk di tempat persebunyiannya di Kampung Tiga, Sukarami, Tanjung Lubok, Ogan Komuring Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).

“Tersangka Imam terpaksa kita lumpuhkan dengan menembak kakinya karena berusaha melawan dan kabur saat diajak menunjukkan lokasi tempatnya beraksi,” beber Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta dalam keterangannya, Senin (1/10/2018).

Imam yang tiba di Polres Badung, Minggu (30/9/2018) sekitar pukul 08:00 Wita langsung menjalani pemeriksaan. Kepada penyidik, residivis dalam kasus yang sama pada tahun 2014 ini mengaku menjalankan aksi coblos ban bersama dua temannya,

Muhamad Abdul Musori alias Sori (26) dan Muhamad Seneri alias Neri (36) yang ditangkap terlebih dulu di seputaran Ubung, Denpasar Utara, Kamis (27/9/2018) lalu. Bahkan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menembak kaki kiri tersangka Muhamad Abdul Musori alias Sori.

Muhamad Abdul Musori alias Sori (kaos merah) dan Muhamad Seneri alias Neri (foto : ist)

Sumber di kepolisian menyebutkan, para pelaku sudah diburu sejak Mei 2018 lalu setelah polisi menerima laporan dari seorang turis asing asal Rusia, Elena Eristarkhova (46) yang kehilangan barang-barang di dalam mobil saat ban mobil yang dikendarainya pecah di Jalan Raya Kerobokan, Lingkungan Banjar Semer, Kuta Utara, Badung, Rabu (23/5/2018) sekitar pukul 16:00 Wita.

Peristiwa tersebut mengakibatkan korban yang menginap di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan ini menderita kerugian hingga puluhan juta. Hampir empat bulan melakukan penyelidikan, petugas berhasil meringkus tersangka Sori dan Neri masing-masing dua di Jalan Pucuk Sari, Ubung, Denpasar dan di Jalan Pidada XIII, Ubung, Denpasar Utara.

BACA JUGA:  Nekat Bawa Pistol, Pria Asal Jember Diamankan Petugas Pelabuhan Gilimanuk

“Modus coblos ban yang dilakukan komplotan ini menggunakan paku payung. Setelah mobil korban bocor, para tersangka pura-pura membantu korban. Saat korban lengah, satu diantara pelaku mengambil barang milik korban di dalam mobil. Mereka lebih banyak menyasar para wisatawan,” kata Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku beraksi coblos ban di sejumlah TKP di Bali. Dua kali beraksi di wilayah hukum Polres Badung, empat kali di wilayah hukum Polres Gianyar, dan lima kali beraksi di wilayah hukum Polresta Denpasar. (agw)