Mencuri Buat Judi Ayam, Residivis Ditembak Buser Polresta Denpasar

Pelaku pencurian saat diamankan petugas kepolisian (foto : ist)

Beritabalionline.com – Seorang residivis kasus pencurian bernama I Wayan Gede Juniarta alias Uni alias Blackberry (22) dibekuk Satuan Reskrim Polresta Denpasar setelah mencuri di Perum. Taman Buana Permai Blok F.28, Jalan Buana Raya, Padangsambian, Denpasar Barat.

“Karena melawan saat hendak diamankan, tersangka terpaksa kami lumpuhkan dengan cara menembak kaki kanannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Sabtu sore (29/9/2018).

Peristiwa pencurian baru diketahui saat korban bernama I Made Arie Gunawan

pulang kerja, Minggu (29/9/2018) sekitar pukul 16:00 Wita. Korban melihat pintu dan jendela rumahnya sudah dalam keadaan rusak.

“Setelah dicek, barang-barang miliknya seperti 3 untai kalung emas, 5 buah cincin emas, 3 buah gelang emas, sepasang subeng emas, dan duah handphone merk Samsung V2 telah hilang. Kejadian tersebut menyebabkan korban menderita kerugian sekitar Rp13 juta,” terang Kasat Reskrim.

Hampir tiga bulan melakukan penyelidikan, pelaku berhasil diringkus Tim Law Enforcement And Counter Crime (LEACC) Resmob Polresta Denpasar, Kamis (27/9/2018) sekitar pukul 16:00 Wita di Jalan Keboiwa, Padangsambian, Denpasar.

Kepada polisi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian seorang diri. Pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui dapur setelah melompat tembok pagar depan. Hasil curian seperti handphone dijual kepada seseorang seharga Rp200 ribu.

“Perhiasan korban dijual di daerah pertokoan emas di Jalan Hasanudin Denpasar. Uang tersebut kemudian digunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-hari dan bermain judi sabung ayam,” beber Kompol Arta.

Dari hasil pemeriksaan terungkap jika pelaku pernah dijebloskan ke dalam LP Kerobokan Denpasar sebanyak dua kali karena melakukan pencurian uang celengan anak TK di Muding Kaja, Badung dan mencuri Laptop di daerah Penamparan Denpasar.

BACA JUGA:  Satreskrim Polresta Denpasar Ungkap 168 Kasus Kriminal Selama 2019

“Tersangka baru keluar dari LP kerobokan tanggal 7 Juli 2018. Untuk kali ini dia kami jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun,” pungkas Kasat Reskrim. (agw)