Imigrasi Siapkan 420 Personel untuk Layani Delegasi IMF-WB

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. (foto : merdeka.com)

Beritabalionline.com – Pihak imigrasi mempersiapkan 420 personel untuk melayani para delegasi Annual Meeting IMF-World Bank di tempat pemeriksaan imigrasi atau di cek points Bandara I Gusti Ngurah Rai ini.

“Ada 300 orang petugas nanti melayani reguler dan 120 petugas yang melayani khusus peserta Annual Meeting IMF-World Bank,” kata Dirjen Imigrasi, Ronny F Sompie saat melakukan pengecekan di Imigrasi Terminal Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (28/9/2018).

“Semua sudah siap, kemungkinan tanggal 4 atau tanggal 5 (Oktober) akan dilakukan pengecekan terakhir oleh Bapak Menko Marintim dan juga dari tim sekretariat. Kita akan mendukung semuanya. Karena di Bandara selain di Imigrasi di pintu gerbang kemudian akan bertemu dengan Bea cukai untuk pemeriksaan barang sekaligus pemeriksaan kalau ada yang membawa hewan atau tumbuh-tumbuhan oleh Karantina,” tandasnya.

Ronny mengatakan, di tempat keberangkatan dan kedatangan di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, sudah siap untuk menyambut kedatangan para perserta Annual Meeting IMF-World Bank. Peninjauan dilakukan menjelang event Internasional Annual Meeting IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, yang akan digelar pada Oktober 2018 mendatang.

“Kita sudah bersiap-siap menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank pada bulan Oktober nanti. Kita sudah ada sekretariatnya dan panitianya sudah bekerja. Jadi kami mendukung panitia nasional untuk Annual meeting IMF-World Bank,” ujarnya.

Ronny juga menyampaikan khusus kegiatan Annual meeting IMF-World Bank, pihaknya juga membuat conter 7 counter untuk kedatangan para peserta, termasuk untuk VVIF dan VIF agar memudahkan para perserta masuk pada saat pemeriksaan ke Imigrasian.

Sementara untuk pemeriksaan perserta IMF-World Bank, menurut Ronny tidak akan ada perbedaan dari pihak keimigrasian yang sudah dilakukan pada warga negara asing.

BACA JUGA:  Satlantas Polresta Denpasar Bantu Kursi Roda untuk Korban Lakalantas

Ronny juga menjelaskan, untuk perlakuan khusus bagi para perserta hanya menyiapkan jalur khusus bagi mereka, agar mudah menuju akses keluar Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Kita perlakukan khusus untuk jalurnya, sehingga mereka bisa kita arahakan langsung naik kendaraan. Kalau mereka di counter-counter reguler maka kita sulit untuk membedakan para peserta dengan warga negara asing yang lain,” demikian Ronny. (agw)