Musibah Longsor di Filipina Tewaskan 80 Orang

Musibah tanah longsor di Filipina. (foto : AFP)

Beritabalionline.com – Musibah tanah longsor dan hantaman topan di Filipna yang terjadi Kamis (20/9/2018), telah menewaskan 80 orang dan lusinan lainnya hilang, kata polisi setempat.

Musibah tanah longsor tersebut menimpa dua desa di kota Naga di Provinsi Cebu.

Topan Mangkhut tidak secara langsung melanda provinsi Cebu, tetapi menyebabkan hujan badai yang lebat, sehingga meningkatkan risiko tanah longsor di kawasan itu.

Tanah longsor Cebu terjadi di kawasan lereng bukit yang bagian bawahnya didiami warga.

“Mirip gempa bumi dan ada suara menggelegar,” kata seorang warga setempat, Cristita Villarba, kepada kantor berita AP.

“Kami kemudian menyelamatkan diri,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa suami dan anak-anak semuanya selamat dari bencana.

“Banyak tetangga kami meraung-raung dan berteriak minta tolong. Beberapa orang berusaha membantu meteka, tetapi terlalu banyak longsoran tanah yang menimbun rumah-rumah, termasuk rumah saudara saya,” katanya.

Menurut media setempat, lebih dari 600 keluarga dari wilayah Naga kemudian memilih pindah di lokasi pengungungsian pada Kamis (20/9/2018) malam. (sdn/itn)

Tanah longsor Cebu terjadi di kawasan lereng bukit yang bagian bawahnya didiami warga.

“Mirip gempa bumi dan ada suara menggelegar,” kata seorang warga setempat, Cristita Villarba, kepada kantor berita AP.

“Kami kemudian menyelamatkan diri,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa suami dan anak-anak semuanya selamat dari bencana.

“Banyak tetangga kami meraung-raung dan berteriak minta tolong. Beberapa orang berusaha membantu meteka, tetapi terlalu banyak longsoran tanah yang menimbun rumah-rumah, termasuk rumah saudara saya,” katanya.

Menurut media setempat, lebih dari 600 keluarga dari wilayah Naga kemudian memilih pindah di lokasi pengungungsian pada Kamis (20/9/2018) malam. (sdn/itn)

BACA JUGA:  Rumah di Jalan Ratna Denpasar Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan