Menko Luhut Tegaskan Rencana Pembangunan Bandara di Buleleng Harus Terealisasi

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang diresmikan Menko Luhut Binsar Panjaitan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa rencana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng, Bali, harus terealisasi setelah studi komprehensif dilakukan oleh Bank Dunia dan Universitas Udayana.

“Bandara di Singaraja harus jadi, karena di sana juga harus berkembang turismenya,” katanya usai meresmikan jalan bawah tanah atau underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018).

Luhut mengatakan, saat ini PT Angkasa Pura I sedang melakukan pengembangan apron untuk jangka panjang seluas sekitar 40 hektare sebelah barat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan cara menguruk lahan perairan.

Dengan perluasan apron tersebut, kata dia, diproyeksikan mampu mengakomodasi sekitar 37 juta hingga 39 juta penumpang dalam jangka waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Sedangkan pengerjaan pengurukan lahan seluas delapan hektare untuk jangka pendek mengakomodasi kebutuhan pertemuan IMF dan Bank Dunia, PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai sebelumnya menyebutkan proyek apron itu mendekati 100 persen rampung.

Meski demikian, Luhut memproyeksikan kondisi itu tidak akan cukup lagi mengakomodasi kebutuhan wisatawan mengingat pariwisata Bali dari tahun ke tahun akan berkembang dan akan menampung lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara.

Untuk itu pihaknya meminta Bank Dunia dan Universitas Udayana mengebut studi yang harus dilakukan komprehensif dan ditargetkan rampung awal tahun mendatang.

Selain studi bandara baru di Buleleng, Luhut menuturkan beberapa studi juga dilakukan di antaranya kajian terkait opsi jalan keluar bandara seperti jalan layang atau opsi lain dan kajian tol dari Selatan menuju Utara Bali.

“Harus dibuat, tidak bisa tidak dibuat. Hanya soal waktunya, jadwalnya itu saja yang sedang disusun dan dari mana ke mana. Saya mohon rakyat Bali dengan kepemimpinan Gubernur Koster supaya semua kita kompak,” demikian Luhut Binsar Panjaitan. (agw)

BACA JUGA:  'Public Restroom' di Besakih Diresmikan, Dukung Pariwisata-Keagamaan