Dit Tahti Diminta Terapkan SOP Pengelolaan Tahanan Secara Ketat

Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Bali saat sosialisasi tupoksi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Bali AKBP Drs. I Made Suyasa, M.H mengatakan, penahanan oleh penyidik kepolisian merupakan pengekangan kemerdekaan seorang warga negara yang bersifat sementara selama proses penyidikan.

“Untuk itu, penahanan harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan tetap menghormati HAM serta keselamatan jiwa orang harus tetap terjamin selama berada dalam tahanan. Cegah dan hindari serta hilangkan berbagai bentuk penyimpangan baik yang dilakukan oleh petugas jaga tahanan maupun oleh sesama tahanan,” ucapnya, Jumat (21/9/2018).

Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh personel Dit Tahti untuk menerapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) pengelolaan tahanan dengan ketat dan melakukan kontrol maupun pengawasan secara intensif.

“Tugas saudara-saudara sama pentingnya dan sama kualitasnya dengan tugas penyidikan, sehingga tumbuhkan rasa bangga karena diberikan tanggung jawab yang besar,” jelasnya saat Dit Tahti Polda Bali melakukan sosialisasi tentang tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di ruang rapat Direktorat Resnarkoba Polda Bali.

Lebih lanjut dikatakan, selain menerapkan SOP juga harus membuat HTCK (Hubungan Tata Cara Kerja) sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Tidak hanya itu, dalam rangka melaksanakan pengawasan tahanan, personel juga harus dilengkapi dengan surat perintah tugas.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Suyasa juga menyampaikan terkati pengiriman laporan data tahanan dan barang bukti. Yang mana, pelaporan dilaksanakan setiap hari Jumat ke Bareskrim Polri melalui Command Center baik di tingkat Polda dan Polres.

“Laporan data tahanan tersebut nantinya menjadi pusat informasi tentang berbagai data seperti residivis, teroris dan daftar tahahan,” pungkasnya didampingi Kasubdit Pamtah Dit Tahti Polda Bali Kompol I Wayan Tukar, Kasubdit Barbuk Dit Tahti Polda Bali Kompol Ahmad Jaelani dan Kasubdit Harwattah Dit Tahti Polda Bali Kompol I Putu Ngurah Riasa, SIP. (agw)

BACA JUGA:  Curi Barang Penghuni Kos, Kakak Adik Dicokok Polisi