Pengusaha Bali Dukung Kegiatan Gema Perdamaian XVI

Ketua IWAPI Bali, A.A Tini Rusmini Gorda, SH, MM, MH (dua dari kiri) saat memberi keterangan pers. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Puncak acara Gema Perdamaian XVI akan berlangsung pada tanggal 6 Oktober 2018 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Beberapa kegiatan digelar serangkaian acara menggemakan perdamaian dari Bali untuk NKRI dan untuk dunia tersebut.

“Rangkaian kegiatan berupa lomba seperti lomba putra putri ambasador damai, short movie, blog dan quote damai yang mengkuti perkembangan era milenial seperti saat ini. Kegiatan sosial lainya seperti peduli sampah plastik, donor darah, dan penanaman nilai-nilai perdamaian melalui road show to campus yang dilaksanakan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Kadek Adnyana selaku ketua panitia Gema Perdamaian XVI, dalam jumpa pers, Rabu (19/9/2018).

Menurut Kadek, yang berbeda diperhelatan Gema Perdamaian XVI ini adalah keterlibatan para pengusaha Bali yang secara khusus mensponsori kegiatan Sarasehan Damai Tokoh Pengusaha Bali. Mereka merupakan para pengusaha yang tergabung dalam organisasi HIPMI Bali, IWAPI & BKOW Bali.

“Sarasehan ini bertujuan untuk menyebarkan cinta kasih dan perdamaian kepada seluruh lapisan masyarakat melalui dunia usaha. Disamping itu, sarasehan ini diharapkan menghasilkan suatu kesepakatan yang akan dijadikan rekomendasi dan diserahkan kepada pemerintah terkait kondisi dunia usaha agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian,” kata Kadek.

Ketua IWAPI Bali, A.A Tini Rusmini Gorda, SH, MM, MH, menyampaikan bahwa bicara damai sangat gampang tapi dalam tataran implementasi sangat sulit dilakukan. Namun ia optimis sarasehan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha sekaligus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Sementara, Ketua Bidang Pemuda HIPMI Bali, Agus Indra Ega Jaya menyampaikan, kegiatan ini diadakan untuk menanamkan kedamaian di dalam hati pengusaha, terlebih kepada pengusaha muda yang baru merintis usahanya.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan 10 Wilayah Metropolitan Penopang Ibu Kota Baru

“Persaingan yang sehat harus terbentuk antar pengusaha, karena dunia bisnis adalah dunia dimana pengusaha seharusnya saling berkolaborasi untuk menghasilkan hasil terbaik. Kita harapkan mereka tidak saling menjatuhkan dan membuat persaingan usaha yang tidak sehat,” ucapnya. (agw)