PT BTID Akhirnya Melunak dan Sepakati Buka Kanal Serangan

Komisi IV DPR RI memediasi polemik antara PT BTID dan warga Serangan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sikap PT BTID (Bali Turtle Island Development) yang sebelumnya ngotot, akhirnya melunak dan bersedia membuka pintu kanal Serangan yang sebelumnya sempat mendapat protes dari warga sekitar.

Meski awalnya berjalan alot, pertemuan antara pihak BTID dan warga Serangan yang dimediasi Komisi IV DPR RI ini menemukan titik kesepakatan.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan bersama anggota Komisi IV DPR RI dapil Bali AA Bagus Adi Mahendra Putra dan anggota lainnya. Hadiri pula General Manager PT BTID Made Sumantra dan jajaran. Pihak dari Kelurahan Serangan, pihak Desa Adat Serangan dan perwakilan kelompok nelayan Serangan.

“Awalnya sempat ada perdebatan dan adu argumentasi antara perwakilan masyarakat Serangan bersama nelayan dengan pihak BTID mengenai pembangunan kanal dan keinginan masing-masing pihak. Namun akhirnya masing-masing pihak mulai melunak dan sepakat mencari win-win solution, dan kesepakatan ini terjadi,” kata anggota Komisi IV DPR RI, AA Bagus Adi Mahendra Putra, di Denpasar Rabu (19/9/2018).

Pertama, kata Gus Adhi, disepakati bahwa pemanfaatan akses jembatan untuk masyarakat umum, masyarakat nelayan maupun masyarakat Serangan. Kedua disepakati bahwa posisi akses jembatan adalah dari ujung pantai di Utara sampai dengan pohon waru (sebagai batas paling selatan).

“Design jembatan akan dibahas kemudian. Hal itu juga untuk memberikan akses yang representatif bagi warga untuk melakukan melasti serta akses bagi nelayan untuk melaut. Ketiga, pemanfaatan pantai di sebelah timur kanal diperuntukkan untuk pariwisata, masyarakat umum dan masyarakat nelayan Serangan,” ujarnya.

Sementara itu General Manager PT BTID Made Sumantra menegaskan pihaknya akan taat melaksanakan kesepakatan ini. “Situasi sudah cair dan ini kesepakatan yang bagus. Kami akan segera tindak lanjuti kesepakatan ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  DPRD Bali Yakin 1,5 Bulan Tiga Ranperda Selesai Digodok

Namun terkait soal detail titik pembangunan jembatan, Sumantra mengaku akan menganalisa dulu aspek teknisnya walau  memang titik lokasi secara umum telah disepakati. (agw)