Ini Penjelasan Kemenkumham Bali Soal Penangkapan Napi Dalam Kasus Narkoba

Maryoto Sumadi (tengah) menjelaskan kronologi penangkapan napi LP Kerobokan (foto : agw)

Beritabalionline.com – Kementerian Hukum dan HAM RI Kantor Wilayah Bali memberikan klarifikasi terkait penangkapan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kerobokan bernama Samsul Arifin oleh Ditresnarkoba Polda Bali atas kasus narkoba.

“SA merupakan napi yang tengah mengikuti asimilasi dan tengah bekerja membersihkan rumah Kalapas Kerobokan bersama 6 napi lain. Pada saat ditangkap bukan di dalam rumah, melainkan di halaman rumah,” kata Kepala Kantor Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi saat menerangkan kronologi awal penangkapan, di Denpasar, Rabu (19/9/2018).

Menurut Kakanwil, Samsul Arifin sudah sering mengikuti kerja asimilasi di luar Lapas Kerobokan lantaran sudah melalui tahapan sidang Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). Bahkan, ketika LP Kerobokan mengikuti lomba layang-layang di Padang Galak Sanur, Samsul Arifin juga diajak.

“Sebelum asimilasi diberikan, selama enam bulan terakhir napi berkelakuan baik dan tidak sedang menjalani hukuman disiplin. Napi yang mendapat asimilasi sudah menjalani lebih dari dua pertiga masa pidananya. Dan kalau bekerja terutama di luar lapas, selalu diawasi oleh petugas,” beber Maryoto.

Ia melanjutkan, Kemenkumham Bali belum bisa memberikan keterangan lebih mendalam lantaran saat ini Samsul Arifin masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali. Namun pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas kasus yang terjadi.

Sementara itu, Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan menjelaskan, Samsul Arifin sudah dua kali masuk LP Kerobokan. Pertama atas kasus pencurian dan yang kedua kembali ditangkap atas kasus penipuan dan akan bebas pada pertengah November 2018.

“Kalau bicara keseharian orangnya baik, disuruh kerja apa aja mau, cuma memang karena latar pendidikkannya rendah, sering salah kalau bekerja. Itu menjadi dasar kenapa dia bisa mendapat asimilasi,” kata Nainggolan.

BACA JUGA:  Gelapkan 5 Unit Motor Sewa, Widayanti Huni Sel Mapolsek Kuta

Pada saat penangkapan, Kalapas menyatakan tengah cuti dan berada di luar kota. Rumahnya pun dalam keadaan dikunci dan kunci kamarnya ia pegang. Sehingga siapapun tidak bisa masuk kedalam rumah.

“Saya tinggal di rumah jabatan sendiri, membujang, karena semua keluarga saya tinggal di Medan. Biasanya kalau ada kerja seperti bersih-bersih di rumah saya ikut. Dengan kejadian seperti ini tentunya kami akan lebih perketat lagi melakukan pengawasan terhadap para warga binaan,” pungkasnya. (agw)