Gugatan Praperadilan Ditolak, Pengusaha Hotel Masuk DPO

AKBP Agung Kanigoro menunjukkan pengumunan DPO Hartono Karjadi (foto : agw)

Beritabalionline.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Hartono Karjadi (65) terhadap termohon satu, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian dan termohon dua, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Bali Kombes Pol Anom Wibowo.

Pengusaha hotel dan beberapa usaha lainnya tersebut mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan terkait diterbitkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Dirreskrimsus Polda Bali dalam kasus tindak pidana yang dilakukannya.

“Kami mendapat laporan dari seorang pengusaha yang diwakili oleh Derizal, bahwa tersangka diduga melakukan tindak pidana dengan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik atau melakukan penggelapan,” kata Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Kanigoro, di Mapolda Bali, Rabu (19/9/2018).

Polisi yang memperoleh laporan pada tanggal 27 Februari 2018 kemudian melakukan penyelidikan secara bertahap mulai tanggal 1 Maret hingga 8 April 2018. Pada tanggal 9 April, polisi kemudian menyimpulkan bahwa perkara tersebut ditingkatkan ketahap penyidikan.

Setelah terkumpul semua alat bukti serta meminta keterangan dari saksi ahli, pada tanggal 20 Juli 2018 dilakukan gelar perkara yang dipimpin Dir Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Anom Wibowo, dan menetapkan Hartono Karjadi sebagai tersangka.

“Modus operandinya, tersangka sebagai salah satu pemegang saham menggandaikan sahamnya kepada bank sindikasi, selanjutnya mengalihkan sahamnya kepada orang lain,” kata Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Kanigoro, Rabu (19/9/2018).

Dalam prosesnya, polisi kemudian melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak dua kali namun tidak diindahkan. Bahkan, berdasarkan data perlintasan yang diperoleh dari Dirjen Imigrasi, tersangka kabur meninggalkan Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2018.

“Pada tanggal 12 September 2018 dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan tidak ditemukan keberadaan tersangka. Berdasarkan hal tersebut, penyidik kemudian menerbitkan DPO terhadap tersangka. Terakhir tersangka diketahui berada di Singapura. Nanti kami akan berkoordinasi dengan kepolisian Singapura, atau dengan pihak terkait untuk mencari keberadaan tersangka disana,” pungkasnya. (agw)

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Pedagang Bakso Jadi Kurir Narkoba