Pemilik 16 Paket Sabu Dituntut 14 Tahun Penjara

 

JPU tuntut pemilik 16 paket sabu 14 tahun penjara. (foto : law-justice.co)

Beritabalionline.com – Terdakwa Asep Kurnia (37) yang kedapatan memiliki dan menyimpan 16 paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 352,34 gram dituntut hukuman 14 tahun penjara dan denda Rp2 miliar, subsider enam bulan penjara.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Kawisada, di PN Denpasar, Selasa (18/9/2018), Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta menilai perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 112 Ayat 2 jounto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan masyarakat dan terdakwa memberikan citra negatif terhadap Bali sebagai daerah tujuan wisata internasional.

Terdakwa ditangkap Anggota Direktorat Resese Narkoba Polda Bali bersama tim Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) pada 15 Februari 2018, Pukul 17.00 Wita di Kamar Kos, Jalan Sekar Tunjung Nomor 36A, Denpasar Timur.

Saat itu petugas menemukan narkoba jenis shabu di bawah setir mobil sebanyak 5 paket dengan berat 24,50 gram bruto. Selain itu, tersangka juga mengakui masih menyimpan narkoba di dalam celana dalam seberat 102,96 gram bruto dan di dalam dompetnya seberat 100,96 gram brutto.

Tidak sampai disitu, selanjutnya petugas kemudian melakukan pendalaman dan menganalisa semua keterangan pelaku. Kemudian tersangka mengaku masih menyimpan sabu di kos-kosan mantan istrinya di Jalan Mulawarman nomor 144 Banjar Tedung, Desa Abianbase, Gianyar. Dari lokasi itu, ditemukan sabu seberat 124,12 gram yang disembunyikan di dalam toples makanan.

Kepada petugas, tersangka mengakui semua narkotika jenis sabu itu didapat dari seorang narapidana bernama Bayu Sri Hartawan bin Wahyu Kurnia yang mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan Kelas I A Madiun, Jawa Timur dengan harga Rp328 juta. (tra)

BACA JUGA:  Polisi Ringkus Pelaku Pencabulan Turis Jepang