Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR Diperiksa KPK

Ketua MPR Zulkifli Hasan. (foto : merdeka.com)

Beritabalionline.com – Ketua MPR Zulkifli Hasan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap infrastruktur di Lampung Selatan. Pemeriksaan Zulkifli Hasan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Pembina Tarbiyah Perti.

Zulkifli Hasan yang juuga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan terkait melakukan suap proyek infrastruktur di kawasan Lampung Selatan.

“Iya nanti saja yah,” ujar Zulkifli saat ditanya wartawan setelah tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Zulkifli Hasan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan. Selain Zulkifli Hasan, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan pengacara Sopian Sitepu.

“Saksi Zulkifli Hasan dan Sopian Sitepu diperiksa untuk tersangka GR (Gilang Ramadhan),” kata Febri, dilansir Merdeka.com.

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto. (foto : ist)

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur. Mereka adalah Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi LampungAgus Bhakti Nugraha, dan pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

Zainudin diduga menerima fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen di Pemkab Lampung. Zainudin juga diduga mengarahkan agar semua pelaksana proyek di Dinas PUPR ditentukan melalui Agus Bhakti. Zainudin meminta agar Agus berkoordinasi dengan Anjar Asmara mengenai permintaan fee dari kontraktor.

Sementara pada hari yang sama, KPK juga memeriksa Wakil Ketua DPR Utut Adianto. Utut Adianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi terkait dugaan menerima suap proyek infrastruktur di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (sdn/itn)

BACA JUGA:  Gubernur Ganjar Minta Warga Solo Raya Setop Makan Daging Anjing