KPK Selidiki Dugaan Kasus Korupsi Divestasi PT Newmont yang Libatkan Mantan Gubernur NTB

Tuan Guru Bajang. (foto : Tribunnews.com)

Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki dugaan kasus korupsi divestasi saham PT Newmont di Nusa Tenggara Barat. Penyelidikan dilakukan setelah dugaan kasus korupsi divestasi saham itu melibatkan Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang semasa menjabat Gubernur NTB.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah diduga ada aliran mengucur pada masa divestasi salam PT Newmont ke rekening TGB. Mantan politisi Partai Demokrat itu pun telah dimintai keterangan KPK.

“(TGB) Sudah pernah dimintakan keterangan. Belum penyidikan,” ujar Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (17/9/2018), dilansir Merdeka.com.

Terkait pemeriksaan TGB pernah diungkapkan wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. Pemeriksaan TGB dilakukan di Mapolda NTB pada Mei 2018 lalu dan masih dalam tahap pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket).

“Kasus ini masih dalam tahap pulbaket untuk klarifikasi,” ujar Syarif di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 30 Mei 2018.

Selain TGB, KPK juga pernah memeriksa Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin pada Juli 2018. Usai diperiksa, Amin mengaku mengklarifikasi terkait penjualan saham PT Newmont yang kini berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

“Hanya untuk klarifikasi saja, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum,” kata Amin.

Dalam laporan investigasi dilakukan majalah Tempo diterbitkan Senin (17/9/2018) ini, KPK menyelidiki dugaan korupsi penjualan saham daerah pada 2016 atau periode kedua masa jabatan TGB. Saat itu, PT Medco Energi International Tbk mengakusisi 82,2 persen saham PT Newmont.

Medco kemudian mendirikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara sebagai penguasa asing di Newmont. Medco juga mencaplok seluruh saaham PT Multi Daerah Bersaing.

PT Daerah Maju Bersaing didirikan Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat dan Pemkab Sumbawa sebagai awal proses pembelian saham Newmont. PT Daerah Maju Bersaing kemudian bermitra dengan PT Capital milik Grup Bakrie dan membentuk perusahaan bersama PT Multi Daerah Bersaing.

BACA JUGA:  551 Orang Sembuh dari Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi Covid-19

Perusahaan ini kemudian mendapat 24 persen saham Newmont. Namun tujuh tahun setelah didirikan saham daerah ini dijual lagi dengan harga jauh di bawah harga pembelian.

KPK menduga ada dana mengalir ke rekening pribadi TGB terkait divestasi saham Newmont tersebut. Data dipegang KPK aliran dana mengalir ke TGB sebesar Rp 7,36 miliar periode divestasi saham Newmont kurun waktu 2009-2011. Aliran dana miliaran rupiah diduga juga mengalir ke rekening istri TGB di kurun waktu yang sama. Kucuran dana itu diduga berkaitan dengan pembelian saham Newmont oleh pemerintah daerah yang dibayar bertahap dengan deviden setelah mendirikan PT Multi Daerah Bersaing.