Setelah Banyuwangi dan Malang, Krama Banjar Sampalan Tirtayatra ke Tiga Pura di Bali Barat

Krama Banjar Sampalan, Nusa Penida, saat melakukan persembahyangan di Pura Segara Rupek. (foto : tra)

Beritabalionline.com – Setelah sebelumnya melakukan perjalanan spiritual (Tirtayatra) ke Pura Blambangan, Banyuwangi, dan Pura Luhur Giri Arjuno, Malang, Jawa Timur, krama (warga) Banjar Sampalan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida yang ada di perantauan (Denpasar, Klungkung, dan Gianyar), kembali menggelar kegiatan serupa ke tiga pura yang ada di wilayah Bali Barat, Minggu (15/9/2018).

Tiga Pura yang disasar untuk Tirtayatra kali ini adalah Pura Luhur Rambut Siwi (Kabupaten Jembrana), Pura Segara Rupek, dan Pura Pemuteran (Kabupaten Buleleng).

Rombongan Tirtayatra yang berjumlah 50 orang tersebut berangkat pukul 06.00 Wita dengan start dari Kantor Bappeda Provinsi Bali, Renon, Denpasar.  Pura pertama yang dituju adalah Pura Luhur Rambut Siwi, lanjut Pura Segara Rupek, dan terakhir Pura Pemuteran.

Kegiatan Tirtayatra Krama Banjar Sampalan, Nusa Penida ke tiga pura di wilayah Bali Barat. (foto : tra)

Rombongan Tirtayatra juga sedianya tangkil ke Pura Puncak Batu Kursi (Buleleng). Namun karena  terkendala waktu, terpaksa rencana tangkil ke pura tersebut ditunda.

“Sebetulnya pada hari yang sama kami berencana tangkil juga ke Pura Puncak Batu Kursi. Namun, karena waktunya sudah sore terpaksa diurungkan. Mengingat, medan untuk menuju lokasi pura yang letaknya di puncak bukit cukup berat, terutama bagi anak-anak,” kata Ketua Krama Banjar Sampalan Perantauan, I Dewa Ktut Alit Sumarsana yang memimpin kegiatan Tirtayatra.

Ditemui disela-sela pelaksanaan Tirtayatra, Sumarsana yang didampingi Sekretaris Krama Banjar Sampalan Perantauan, I Dewa Gde Alit Saputra yang juga Ketua Panitia Tirtayatra berharap melalui Tirtayatra ini dapat meningkatkan kegiatan spiritual individu masing-masing.

Menurut dia, Tirtayatra (Dharma Yatra) merupakan salah satu program rutin Krama Banjar Sampalan, Nusa Penida yang ada di perantauan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesucian pribadi dan memperkuat keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa.

BACA JUGA:  Wali Kota Probolinggo Apresiasi Pemkot Denpasar Ciptakan Pariwisata Aman Covid-19

“Dengan memperluas cakrawala, mendatangi langsung dan memandangi keagungan-Nya, diharapkan masing-masing krama makin teguh mengamalkan ajaran Dharma dan meningkatkan rasa bhakti kepada kebesaran Tuhan, selain memaknai nilai-nilai sejarah dan objek suci yang dikunjungi,” demikian Dewa Alit Sumarsana. (tra)