Kasus Kekerasan Terhadap Anak Mengalami Peningkatan

Ilustrasi

Beritabalionline.com – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sebagai korban di Kabupaten Gianyar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data hingga Agustus 2018 sudah tercatat 12 orang anak sebagai korban kekersan yang di tangani Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak pengendailan Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak pengendailan Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar, Cokorda Bagus Trisnu dihubungi Jumat (14/9/2018) menjelaskan hingga Agustus 2018, P3AP2KB sudah menangani 12 kasus kekerasan anak.

Berdasarkan data Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar, tercatat dalam tiga tahun terakhir  kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan . Tahun  2015 tercatat ada 3 orang anak sebagai korban kekerasan, daan tahun 2016 mengalami peningkatan mencapai 10 anak. Tahun 2017 mengalamai kenaikan mencapai 17 kasus.

Sementara tahun 2018 ini hingga Agustus tercatat sudah 12 orang anak sebagai korban yang ditangani Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar.

Cokorda Bagus Trisnu menambahkan  peningktan kasus kekersan terhadap anak ini tidak berarti kemunduran bagi Kabupaten Gianyar. Melainkan kesadaran masyarakat terhadap hukum khususnya tentang anak sebagai korban mulai meningkat.

“Karena selama ini banyak kasus kekerasan  justru tidak terungkap dan sudah ditangani,”tutur Cok Trisnu.

Lebih lanjut dikatakan, dari sekian kasus anak yang paling dominan karen penelantaran anak akibat perebutan hak asuh anak. Selain itu,  ada pula kasus korban seksual, dalam arti bukan disetubuhi melainkan pelecehan berupa diraba.

Disinggung kasus paling banyak di Kecamatan?Cok Trisnu menjelaskan kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Kecamatan Sukawati. Sebab Kecamatan Sukawati khususnya daerah Batubulan merupakan daerah heterogen atau penduduk pendatang.

Dikatakan, selain kasus anak sebagai korban,  ada pula temuan kasus anak sebagai pelaku. Dominan dari kasus ini anak-anak sebagai pelaku pencurian hingga penganiayaan.

Setiap tahun kasus ini bervariatif. Seperti pada tahun  2015 terjadi 18 orang anak sebagai pelaku, tahun 2016 tercatat ada 11 anak sebagai pelaku, tahun berikutnya kembali meningkat menjadi 16 anak sebagai pelaku. Sementara hingga Agustus tahun ini tercatat ada 9  orang anak sebagai pelaku.

Ditambahkan dalam kasus ana sebagai pelaku, Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar berupaya memperjuangkan keringanan hukuman untuk anak yang masih dibawah umur. Dari kasus anak sebagai pelaku, diupayakan agar dilakukan upaya depersi, sehingga dilakukan pembinaan terhadap anak dan bukan hukuman.

Guna mencegah terulangnya kasus yang melibatkan anak baik sebagai korban ataupun pelaku, Dinas P3AP2KB Kabupaten Gianyar sudah rutin menggelar sosialisasi kemasing-maisng sekolah.

Selain kasus yang melibatkan anak-anak,  Dinas P3AP2KB  Gianyar juga menangani kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan perempuan. KasusKDRT yang melibatkan perempuan ini juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seperti pada tahun 2015 tercatat ada 2 orang perempuan yang ditangani kasus KDRT. Pada tahun 2016 meningkat signifikan menjadi 12 perempuan, tahun  2017 tercatat ada 15 perempuan dan hingga Agustus 2018 ini tercatat ada 17 orang KRDT yang melibatkan perempuan.(yes)