Hidup Sebatangkara, Sisiwi SMA Meninggal Tragis di Kamar Kos

Foto ilustrasi.

Beritabalionline.com – Siswi pelajar SMA PGRI 1 Denpasar berinisial NS (16) ditemukan meninggal di kamar kos Jalan Tukad Gerinding gang Gada, nomor 11 A, Denpasar Selatan, Selasa (11/9/2018). Kematian pelajar asal Sidoarjo, Jawa Timur ini awalnya diduga karena keracunan. Asumsi ini didasarkan oleh adanya cairan yang keluar dari hidung korban.

“Bukan keracunan. Kemungkinan dia itu mengalami mag yang akut, kronis di lambung sehingga itu-lah yang penyebab kematian korban,” ucap Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya saat ditemui, Kamis (13/9/2018).

Yang membuat hati terenyuh kata Kapolsek, korban hidup sebatangkara dan tinggal seorang sendiri di kamar kos. Ayahnya sudah meninggal dunia sedangkan ibunya bekerja di Jerman.

“Kondisi tempat tinggalnya betul-betul memprihatinkan, sangat tidak layak kalau menjadi tempat tinggal manusia, lebih jelek dari kandang binatang,” jelas Kapolsek.

Bukan hanya itu, di dalam kamar korban juga tidak berisi kasur, dan hanya terdapat papan triplek yang digunakan korban untuk tidur. Mirisnya lagi, di sana ditemukan sisa nasi jinggo sudah basi yang kemungkinan sengaja disisakan korban untuk nanti dimakan kembali.

“Sejauh ini informasinya, untuk biaya kos dan sekolah tetap disuplai oleh ibunya, hanya kalau menurut kami uang yang dikirim bukan hanya kurang, sangat-sangat kurang sehingga anak ini hidupnya menderita. Kalau berangkat dan pulang sekolah jalan kaki yang jaraknya kurang lebih tiga kilometer,” kata Kompol Wirajaya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dikabarkan sempat menjalin komunikasi dengan ibunya. Dalam percakapan korban menyampaikan perutnya sedang sakit namun sudah disuntik.

“Dia tinggal di sana sudah dua tahun. Dulu sebelum ibunya berangkat ke Jerman ya tinggal bersama. Dari keterangan tetangga kos, anak ini juga sering curhat kalau kurang makan. Semestinya yang seperti ini Dinas Sosial harus tahu, karena ini tugas mereka,” ucap Kapolsek.

BACA JUGA:  Jembatan Unik di Vietnam Curi Perhatian Masyarakat Dunia

Sementara itu, ibu korban yang mendengar putrinya meninggal kemudian menghubungi kakek korban yang tinggal di Buleleng.

“Pihak keluarga juga mengaku ikhlas dengan kepergian korban dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi karena tau kondisi korban tengah sakit,” terang Kompol Wirajaya. (agw)