WNA Uganda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Polisi memasang police line di kamar yang dihuni korban (foto : ist)

Beritabalionline.com – Seorang perempuan berkebangsaan Uganda bernama Iryn Flavia Kisakye (32) meninggal dunia di kamar nomor 27 Hotel Ronta Bungalows Jalan Popies II gang Ronta, Kuta, Badung.

Jenazah korban pertama kali ditemukan karyawan setempat, I Gde Nyoman Surata (60) yang curiga dengan bau menyengat dari dalam kamar yang dihuni korban.

“Setelah mencium bau menyengat, saksi kemudian mengambil kunci serep untuk membuka kamar korban namun tidak bisa dibuka karena pintu terkunci dari dalam. Karena penasaran, saksi mencoba membuka pintu melalui jendela. Ketika pintu dapat dibuka, saksi melihat korban sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang diatas tempat tidur tanpa menggunakan pakaian,” kata Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah, Selasa (11/9/2018).

Penemuan WNA meninggal di kamar hotel, Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 12:00 Wita tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa jenazah korban, petugas juga memintai keterangan karyawan hotel.

Kepada polisi, Cleaning Service (CS) hotel bernama I Nyoman Pohaji mengatakan, sekitar empat hari lalu saksi bertemu dengan korban pada saat bersih-bersih tidak jauh dari kamar korban.

“Sebelumnya menurut saksi, sekitar dua minggu lalu korban mengeluh sakit pinggang dan minta tolong kepada saksi untuk mengatarnya membeli obat di Apotik Pasar Kuta. Namun saksi mengaku tidak tahu apa merk obat yang dibeli korban,” jelas Kapolsek.

Sementara itu Tim Inafis Polresta Denpasar yang melakukan olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh pemegang pasppor B1553167 tersebut. Sementara dari kamar korban petugas menemukan barang-barang seperti obat batuk, obat sakit kepala, alat kontrasepsi, susu cair, dan cairan warna kuning di lantai yang diduga keluar dari tubuh korban.

BACA JUGA:  Habisi Buruh Bangunan, Dua Pelaku Ditembak Polisi

“Sementara ini korban meninggal dunia diduga karena sakit. Namun untuk mengetahui lebih jelas sebab-sebab korban meninggal dunia, kami menunggu hasil otopsi dari dokter RSUP Sanglah,” terang Kapolsek Kuta. (agw)