Suastini Koster: Seniman Jangan Hanya Kedepankan Kostum dan Hiasan

Putri Suastini Koster. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Istri Gubernur Bali, Putri Suastini Koster  mengapresiasi dan mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang dapat membuka wawasan seniman dan menunjang sektor pariwisata di Pulau Dewata.

“Acara seperti ini bisa mencerahkan dan mencerdaskan, karena di ajang seperti inilah kita bisa menyatukan ide-ide untuk kemudian kita aktualisasikan demi kemajuan dan peningkatan ke ativitas para pelaku seni dan budaya,” kata Putri Suastini saat menjadi narasumber dalam Festival Of Indonesianity In The Arts (FIA) Diseminasi Hasil Penelitian dan Penciptaan Seni ISI Denpasar bertajuk Enpowering Taksu, di Bentara Budaya, di Gianyar, Senin (10/9/2018) malam.

“Berkesenian merupakan bentuk rasa syukur atas talenta yang dianugerahkan TYME, jadi seniman jangan hanya mengedepankan kostum dan hiasan, harus didalami dan dihayati. Olahraga dengan terus mengolah kemampuan kita, olah bathin agar taksu kita keluar. Satukan alam mikro dan alam makro, serap energi makro dengan ketulusan hati, menyatu dalam alam mikro diri kita sendiri agar menjadi energi positif,” pesannya.

Di sisi lain, di tengah kemajuan era teknologi informasi, menurut dia, seni seharusnya dapat berkembang lebih pesat dan cepat, karena dengan kemudahan akses teknologi dapat mendukung pembelajaran, penyebaran, dan promosi seni itu sendiri.

“Jangan kita yang dimanfaatkan oleh teknologi, tetapi kitalah yang harus memanfaatkan teknologi sehingga bisa tercipta satu seni yang berkembang sesuai zamannya,” ujarnya seraya menyampaikan pengalamannya selama 40 tahun menggeluti dunia seni terkait tema taksu yang dibahas dalam acara tersebut.

Menurutnya taksu atau kharisma merupakan suatu hal yang hanya bisa dirasakan, meresap sampai ke hati, tetapi tidak bisa diungkapkan dengan untaian kata-kata.

BACA JUGA:  Bupati Eka Borong 40 Ton Sayur Hijau Petani Subak Bengkel, Kediri

Bagi pelaku seni, taksu merupakan hal terpenting yang hanya bisa didapat dengan memperkuat keyakiman rohani, di samping juga terus melatih kemampuan yang dimiliki.

Selain Suastini, narasumber lainnya adalah budayawan Nirwan Dewanto, dan Manajer Seni Candra Ayu Proborini, Kurator Wayan ‘Kun’ Adnyana, dengan moderator Warih Wisatsana. (tra)