Palak dan Rusak Meja Bilyard, Seorang Preman Dijebloskan ke Dalam Sel Tahanan

Pelaku aksi premanisme yang melakukan pemerasan dan pengerusakan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose berulang kali menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak akan mentolelir segala bentuk aksi premanisme maupun aksi-aksi pungutan liar tumbuh subur di Bali.

Rupanya, peringatan yang dilontarkan Kapolda Bali dianggap hanya angin lalu oleh Agus Indra Cahyadi (39). Buiktinya, dia masih berlagak seperti preman, datang ke tempat bilyard membuat keributan dan merusak meja bilyard dengan menggunakan senjata tajam jenis sangkur, kata seorang sumber di lapangan, Selasa (11/9/2018).

Barang bukti sajam milik pelaku yang diamankan. (foto : ist)

Sementara sumber di kepolisian menerangkan, pelaku yang bekerja sebagai sekuriti di salah satu kafe seputaran Denpasar ini datang ke Jendoel Bilyard Jalan Pulau Bungin No.32 Pedungan, Denpasar Selatan, Minggu (9/9/2018) sekitar pukul 22:30 Wita.

Tiba disana, pelaku minta uang Rp250 ribu kepada pemilik bilyard berinisial HB (36) dengan alasan untuk uang keamanan. “Karena tidak dikasih pelaku marah dan merobek meja bilyard menggunakan sangkur. Setelah merusak pelaku langsung kabur meningggalkan TKP,” kata petugas.

Tim Opsnal unit 4 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali yang mendapat laporan memburu pelaku. Sehari kemudian, Senin (10/9/2018) sekitar pukul 18:30 Wita, pelaku berhasil dibekuk di rumahnya di Jalan Gunung Batu Karu gang VI nonor 4, Busung Yeh, Denpasar Barat.

Dari tangan pelaku yang biasa dipanggil Gus Cok ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu buah sangkur warna silver bersarung hitam, satu buah celurit yang dibungkus lakban, satu buah pisau kecil, dan satu unit mobil Honda Jazz warna silver yang dibawa saat beraksi.

“Kelanjutan kasusnya kami yang menangani. Pelaku sudah kami jebloskan ke dalam sel,” kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Hadimastika KP, ketika dikonfirmasi terpisah, Selasa (11/9/2018). (agw)