Sambut IMF-World Bank, 70 Desa Ikut Meriahkan Festival Desa Wisata

Anak Agung Ari Bramantha. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Guna menyambut delegasi IMF – World Bank saat pertemuan puncak di Bali, Dinas Pariwisata Gianyar bekerjasama dengan Yayasan Desa Wisata dan pihak ketiga menyelenggarakan Festival Desa Wisata. Festival Desa Wisata ini akan dipusatkan di Lapangan Ubud, Gianyar. Selangkan pelaksanaan festival selama pertemuan delegasi berlangsung.

“saat ini baru ada 70 peserta yang akan mengikuti festival , Kita menyediakan 70 stand pameran buat desa wisata, namun sampai saat ini baru 70-an desa yang memastikan ikut,” kata Kadis Pariwisata Gianyar, Anak Agung Ari Bramantha, Sabtu (8/9/2018).

 Diharapkan selruh stand yang tersedia bias penuh, sehingga festival yang terselenggara bias meriah dan mampu menyedot perhatian delegasi. “Acara ini juga sebagai ajang promosi bagi desa-desa wisata yang ikut festival,” tambahnya.

Sedangkan untuk materi pameran saat festival nanti, AAAri Bramantha menyebutkan, semuanya dibuat dengan suasana ‘Wong Ndeso’. Selain menampilkan produk-produk kerajinan dari UMKM di desa wisata tersebut, Ari Bramantha juga berharap dipamerkan kuliner khas desa wisata tersebut. “Yang terpenting dari konten pameran adalah produk asli dari desa wisata, baik kerajinan tangan dan kulinernya,” tegas Ari Bramantha.

Sedangkan untuk anggaran pelaksanaan Festival Desa Wisata ini murni dari pihak ketiga yang juga bekerjasama dengan PHRI, Forum Dewi Desa Wisata, SUKA Ubud, Dinas Pariwisata dan pihak sponsorship. Sebagai acara tambahan dalam festival tersebut, beberapa desa juga menyiapkan pementasan seni khas desa wisata yang ikut festival. “Saat pelaksanaan, Lapangan Ubud akan steril dan untuk parkir akan dipusatkan di Parkir Monkey Forest,” tambahnya. Ditegaskannya lagi, festival tersebut murni sebagai festivalnya ‘Wong Ndeso,’ sehingga diharapkan setiap desa wisata yang mengikuti festival bias mempersiapkan diri dengan baik. “Ini juga sebagai ajang promosi desa wisata, sehingga desa wisata yang bersangkutan bias dikenal secara luas oleh masyarakat internasional,” pungkasnya. (yes)

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Gelar Penyuluhan Pariwisata Lewat Seni Tradisional