Istri Bupati Bangli Berpulang

Ni Luh Putu Erik Wiriyani.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Suasana duka menyelimuti kantor Bupati Bangli. Menyusul berpulangnya istri tercinta orang nomor satu di Bangli, Ni Luh Putu Erik Wiriyani, SH, Kamis (6/9/2018). Almarhum dinyatakan meninggal dunia di RSUP Sanglah sekitar pukul 04.30 wita, menginjak usia 55 tahun karena penyakit kanker panyudara yang dideritanya sejak lama.

Sesuai informasi yang dihimpun, almarhum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.30 wita dini hari tadi, setelah menjalani rawat inap sejak tanggal 1 September 2018 di RSUP Sanglah. Almarhum ibu dua anak ini, diketahui terdeteksi mengidap penyakit kanker panyudara sejak dua tahun terakhir.  Dalam kurun waktu tersebut, almarhum beberapa kali bolak-balik menjalani perawatan dan pengobatan ke rumah sakit.

Kabag Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gaya Dirga saat dikonfirmasi membenarkan adanya kabar duka tersebut. Disampaikan, hingga saat ini jenazah almarhum masih disemayamkan di ruang jenazah RSUP Sanglah.

Sesuai pantauan di RSUP Sanglah, tampak sejumlah pejabat teras termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang baru dilantik, I Wayan Koster dan Cokorda Oka Arta Ardana Sukawati, melayat dan menyampaikan ucapan turut berduka cita kepada keluarga almarhum. “Dari informasi pihak keluarga rencananya, jenasah almarhum Nyonya Erik Gianyar, baru akan dipulangkan dari rumah sakit Sanglah menuju rumah duka di desa Bunutin, Kintamani pada Jumat besok pagi,” ungkapnya.

Selanjutnya sesuai kesepakatan pihak keluarga, besok siang pukul  12.00 wita jenasah akan dimandikan dan dilanjutkan dengan kegiatan upacara. Pukul 16.00 wita, jenasah diberangkatkan dari rumah duka menuju kuburan desa adat bunutin untuk prosesi penguburan atau mekinsan. Selanjutnya, pada tanggal 19 september 2018/ baru akan dilaksanakan upacara pengurugan atau penguburan dengan sarana upakara yang lebih lengkap.

BACA JUGA:  Enam Perwira Menengah Duduki Jabatan Baru, Polres Klungkung Gelar Sertijab

Hal yang sama juga diungkapkan, Kepala Desa Bunutin I Made Subrata yang juga adik kandung Bupati Bangli. Disampaikan, untuk prosesi pengabenan almarhum, sesuai awig-awig desa setempat almarhum akan diaben secara massal.  “Jenasah almarhum tidak dilaksanakan pengabenan mengingat ada kesepakatan adat/ awig- awig  bahwa ngaben di desa Bunutin, Kintamani dilaksanakan setiap 2 tahun sekali mengikuti prosesi  ngaben massal,” tegasnya.

Semasa hidup, sosok almarhum Nyonya Erik Gianyar dikenal sebagai figur yang kalem, penyabar dan penyayang. (itn)